Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Perkara Kerabat Keraton Solo Berpotensi Dihentikan, Ini Penyebabnya

| editor : 

Agus Puryadi dan KGPH Benowo

DAMAI: Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi (kiri) dan KGPH Benowo (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (12/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Benowo dan Robby Hendro Purnomo berpotensi dihentikan. Para korban berencana untuk mencabut laporan yang sudah dilayangkan beberapa waktu lalu.

Selain itu, Benowo juga berjanji akan mengembalikan seluruh kerugian yang diderita para korban. Baik korban pedagang maupun pemilik wahana permainan Pasar Malam Sekaten. Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi menjelaskan, saat ini pihaknya sudah memberikan penangguhan penahanan.

''Saat ini berkas sudah jadi, tapi ada satu azas dalam KUHAP yang digunakan. Untuk apa kami memenjarakan tanpa ada manfaatnya. Bahwa tersangka akan melakukan mediasi sendiri dan berusaha mengganti kerugian para korban,'' terang Agus kepada JawaPos.com, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/12).

Sebagai pertimbangan, pihaknya memberikan kesempatan kepada tersangka agar bisa melakukan mediasi secara maksimal dengan para korban. Sehingga, lanjut Agus, akan tidak efektif jika tersangka masih di dalam sel.

''Maka untuk itulah kami mengabulkan penangguhan. Nanti tetep kami lihat bagaimana progress-nya. Tetapi proses hukum tetap berjalan, dan sekarang masih penyidikan,'' ucapnya.

Sementara itu, KGPH Benowo mengakui jika kejadian tersebut adalah kesalahannya. Untuk itu, dirinya mengaku akan bertanggungjawab mengganti semua kerugian yang dialami oleh para pedagang dan pemilik wahana permainan.

''Akan diselesaikan hari ini, kerugian akan dibayarkan. Tidak kurang tidak lebih pencabutan pelaporan Polresta Surakarta,'' urainya. Benowo juga berjanji akan tetap kooperatif dalam mengikuti setiap proses hukum yang masih berjalan.

Selain itu, Benowo juga menyampaikan permintaan maaf kepada Pemkot Solo, dalam hal ini adalah Wali Kota Solo. Dia menggunakan lahan yang menjadi hak pemkot tanpa mengajukan izin. ''Saya tidak akan mengulangi, tidak menghilangkan barang bukti, kooperatif, dan saya tidak ada niatan untuk melakukan yang tidak baik,'' dalihnya.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP