Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
Metropolis

Begini Nasib Duo Partai Baru Dalam Pusaran Pilgub Jatim

| editor : 

Ilustrasi Pilkada Jatim 2018

Ilustrasi Pilkada Jatim 2018 (ilustrasi/Kokoh Praba Wardani/jawapos.com)

JawaPos.com -  Perhelatan pesta demokrasi di Jawa Timur yang berupa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mendatang tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh partai politik. Namun hal itu tidak terjadi pada dua partai baru seperti Partai Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua DPW PSI Jatim Shobikin Amin mengatakan, hingga saat ini, partainya belum pernah sama sekali diajak komunikasi oleh calon-calon yang muncul seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maupun Khofifah Indar Parawansa.

“Sementara ini kalau secara tidak langsung pernah, tapi kalau secara langsung yang intens belum pernah. Apalgi calonnya langsung ya belum pernah,” kata Sobikin kepad JawaPos.com, Selasa, (12/12).

Sobikin menambahkan, PSI tidak keberatan atas hal tersebut. Pasalnya, saat ini DPW PSI Jatim masih fokus menuntaskan verifikasi faktual di KPU. Terlebih, di internal PSI sendiri ada perbedaan dukungan terkait Cagub jatim yang diperkirakan dapat mengganggu verifikasi faktual.

“Kami masih konsen menghadapi verifikasi faktual, meskipun kami Haqqul Yakin akan lolos. Karena, apapun dukungan kami akan berdampak pada proses, terutama tentang soliditas teman-teman di PSI, yang balum satu suara, ada yang ke Gus Ipul ada juga yang ke Khofifah, saya tidak ingin terganggu terkait verfikasi ini,” papar dia.

Kendati demikian, Sobikin menegaskan, nantinya, PSI akan mendukung cagub yang sesuai dengan DNA PSI, yakni, anti korupsi dan anti intoleransi. Disinggung nama Gus Ipul atau Khofifah, Sobikin enggan menjawab secara rinci. Namun, dari dua nama tersebut kata Sobikin, ada yang tidak sesuai dengan DNA PSI khususnya anti korupsi.

“Tentu yang kami dukung yang sesuia dengan DNA PSI, yaitu anti korupsi dan anti intoleransi, secar garis besar itu aja. Dari keduanya ada yang clear di anti korupsi, ada juga yang hanya clear di anti intoleransi, kan ada yang pernah disebut terlibat (korupsi) meski tidak secara langsung. Hal itu tentu menjadi catatan kami,” kilahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPW Partai Perindo Jatim Muhammad Mirdasy, menurut dia, Perindo juga belum menentukan arah dukungannya di Pilgub Jatim dengan alasan yang sama.

“Sampai hari ini dukungan kepada siapa di Pilgub kita rumuskan, karena kebetulan kami memang masih mengikuti verifikasi. Kepada Gus Ipul atau ke Mbak Khofifah itu masih belum kami tentukan, karena belum dapat petunjuk dari DPP,” kata Mirdasy kepada JawaPos.com, Selasa, (12/12).

Sementara untuk komunikasi dari dua calon tersebut pada Perindo, lanjutnya, sudah berjalan cukup intensif. Bahkan, baik dari pihak  Gus Ipul maupun pihak Khofifah sudah pernah melakukan komunikasi langsung dengan Ketua Umum Perindo, Herry Tanoe Soedibjo.

“Ada komunikasi, bahkan sebelum Gus Ipul merumuskan wakilnya siapa dan mbak Khofifah sebelum merumuskan waklilnya siapa. Keduanya sama-sama intensif, bahkan keduanya ada beberapa pihak sudah melakukan komunikasi dengan ketua umum,” imbuhnya.

Mirdasy berharap, sebagai partai pendatang baru, Perindo bisa diterima dan bisa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan politik, termasuk Pilgub Jatim mendatang.

“Bagi kami memang pengalaman baru, kepada partai lama kami ingin kehadiran kami diterima dengan baik, kita terus juga bisa melakukan komunikasi politik dan saling memberikan ruang,” pungkasnya.

(mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP