Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Lagi, Bom Sisa Perang Dunia Ditemukan, Beratnya 15 Kilogram

| editor : 

Mortir perang dunia dua

Personel Penjinak Bom Subden 4 Gegana Detasemen C Pelopor Brimob Polda Kaltim saat mengidentifikasi dan mengevakuasi mortir di Jalan Diponegoro, RT 13 kelurahan sebengkok Rabu (6/12). (Septian/Radar Tarakan)

JawaPos.com - Warga Tarakan kembali menemukan mortir hasil peninggalan perang dunia kedua. Penemunya pekerja proyek penanganan banjir di Jalan Diponegoro, RT 13 Kelurahan Sebengkok pada Selasa (5/12) sekira pukul 20.30 WITA.

Ketika itu, dia menggali tanah untuk pelebaran sungai dan memasang gorong-gorong. “Aktivitasnya kan mengangkat tumpukan tanah dari bawah pakai alat excavator,” kata Kanit Subden IV Gegana Satuan Brimob Polda Kaltim, Iptu Moh. Nur Sugiharto dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Jumat (8/12).

Nur menuturkan, pada saat saksi mata bernama Warsito yang posisinya tidak jauh dari lokasi tempat penemuan bom tersebut melihat sebuah besi terjatuh dari dalam bucket excavator. Awalnya Warsito mengira benda tersebut merupakan termos. “Setelah dia (Warsito) mendekat dan mengangkat benda tadi, tiba-tiba dia memanggil karyawan yang bekerja. Pada saat itu dipastikan benda tersebut berbentuk seperti bom,” ungkap Iptu Nur.

Mengetahui hal ini, Warsito yang ditemani karyawan proyek penanganan banjir lainnya langsung menyimpan mortir tersebut pada tanah yang datar. Salah satu pekerja bernama Budiono kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Setelah itu aktivitas pengerjaan proyek penanganan banjir dihentikan sementara hingga selesainya evakuasi mortir.

Mortir akhirnya dievakuasi kemarin sekira pukul 11.00 WITA oleh personel Penjinak Bom (Jibom) Subden 4 Gegana Brimob Polda Kaltim. Dari hasil identifikasi, mortir tersebut memiliki panjang 40 sentimeter (cm) dengan berat 15 kilogram (kg), sedangkan diameter belakang mortir berukuran 30 cm dan diameter depan berukuran 20 cm.

“Mortir ini masih aktif. Selama pelaksanaan evakuasi tidak ada ditemukan hambatan serta situasi terpantau kondusif. Selanjutnya barang (mortir) diamankan di Mako Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim untuk ditempatkan di bunker sementara,” jelas pria berpangkat balok dua ini.

Di kawasan penanganan banjir di Sebengkok ini sebelumnya juga pernah ditemukan mortir berukuran besar pada 2016 lalu. Tepatnya di bulan November dengan jumlah tiga mortir sekaligus. Salah satu mortir yang ditemukan adalah yang paling besar. Panjangnya 1,66 meter dengan diameter 83 cm. Sementara lingkaran belakangnya 102 cm.

Dengan tambahan mortir tersebut, sudah lebih 4.000-an mortir atau bom yang disimpan pihak Brimob Polda Kaltim di markasnya di Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Tarakan, sejak penemuan 2009 hingga saat ini. Sementara data tersebut tidak termasuk penemuan mortir di bawah 2009.

Dari semua temuan-temuan bom yang ada, diketahui di bagian lokasi perkotaanlah yang paling banyak ditemukan bom, terutama di Kelurahan Sebengkok. Sementara di tempat-tempat lain hanya mortir aktif yang berukuran sedang.

(fab/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP