Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Nasional

Di Makam Bung Karno, Menteri Puan Ajak Pemuda Jadi Pemersatu Bangsa

| editor : 

Menko PMK Puan Maharani

Menko PMK Puan Maharani (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemuda Indonesia diharapkan menjadi agen perubahan yang berperan aktif sebagai penerus kemajuan peradaban bangsa dan negara. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat Kirab Pemuda Nusantara (KPN) di Lapangan Kanigoro, Blitar, Jawa Timur (07/12).

"Jumlah pemuda Indonesia sekitar 65 juta atau 25 persen penduduk, sehingga berperan strategis mendorong kemajuan bangsa," kata Puan.

Dia berharap, pemuda berperan aktif dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai sistem sosial budaya.

Menurut Puan, para peserta KPN berasal dari berbagai macam suku dan agama. Namun, mereka dapat berkumpul di Blitar sebagai satu keluarga dan satu saudara yang berdiri atas nama rakyat Indonesia.

“Di tangan kalian ini NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika harus selalu dijaga. Dari tangan dan pundak kalian ini, masa depan bangsa ini akan dibawa ke mana," tegas Puan.

Puan juga menegaskan, pemuda harus memiliki kesiapan mental, spiritual, pengetahuan, dan keterampilan, agar mampu menghadapi perasaingan global. Bagi dia, pembangunan hanya akan bisa berhasil jika di dalamnya ada kebersamaan dan gotong royong.

Diketahui, Blitar menjadi tempat perhentian akhir perhelatan Kirab Pemuda Nusantara (KPN). Blitar dipilih karena proklamator Republik Indonesia Soekarno dimakamkan. Puan menyampaikan, semangat dan gelora Bung Karno harus menjadi penyemangat pemuda-pemudi Indonesia untuk bisa terus berkarya dan bersatu.

"Walaupun berbeda-beda tetap satu Indonesia, walaupun bahasa berbeda-beda tetap satu Indonesia. Walau ada perbedaan mereka harus bersatu untuk menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia ke depan," ujar Puan.

"Menyatukan pemuda dari seluruh Indonesia dari Miangas-Sulawesi Utara dan Rote Ndao-Nusa Tenggara Timur. Saya harap ini bukan hanya menjadi ajang pertemuan seremonial tapi bagaimana kemudian bisa menyatukan seluruh pemuda/i untuk mengenal Indonesia lebih baik," sambungnya.

(rgm/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP