Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Cara Akademisi Keperawatan UI Mengabdi buat Masyarakat

| editor : 

Pelatihan perawat dan peserta perawat di RSUD Depok

Pelatihan perawat dan peserta perawat di RSUD Depok (istimewa/dok Humas UI)

JawaPos.com – Para akademisi keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) mengabdi kepada masyarakat dengan menyosialisasikan pola hidup sehat berdasarkan latar belakang budaya masing-masing pasien. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan terjun langsung berinteraksi dengan pasien RSUD Depok.

Program ini digawangi tim dosen dari Fakultas Ilmu Keperawatan, yaitu Enie Novieastari dan Jajang Gunawijaya. Mengambil tema Sosialisasi Asuhan Keperawatan Peka Budaya yang ditujukan untuk para perawat yang bekerja di RSUD Depok melibatkan para mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI.

RSUD Depok dipilih sebagai tempat dilaksanakannya program pengabdian masyarakat ini dengan berbagai pertimbangan. Lokasi RSUD Depok yang berada di wilayah sekitar Universitas Indonesia menjadi salah satu alasan utamanya. Selain itu, RSUD Depok merupakan salah satu rumah sakit pemerintah yang ada di Depok yang menjadi wahana praktik mahasiswa keperawatan UI.

“Kami melihat latar belakang budaya pasien yang beragam membuat respons pasien yang dihadapi oleh perawat sehari-hari beragam pula. Hal ini karena kebudayaan pasien sangat mempengaruhi pola perilaku dan persepsi seorang pasien termasuk persepsi mereka terhadap kondisi sehat dan sakitnya,” kata Enie dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Rabu (6/12).

Enie mencontohkan penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan hipertensi juga disebabkan oleh gaya hidup tak sehat. Ketika seseorang sakit, kata dia, maka seseorang perlu mengubah gaya hidup atau kebiasaannya.

“Penanganan pasien berpenyakit kronis juga memerlukan perubahan gaya hidup atau modifikasi kebiasaan atau kebudayaan pasien. Untuk itu, perawat perlu memahami nilai budaya pasien untuk dapat membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya,” jelasnya.

Menurut Enie, selama ini kompetensi budaya perawat di Indonesia masih rendah karena mayoritas perawat belum cukup dipersiapkan kemampuan itu selama proses pendidikan. Enie juga menjelaskan perawat perlu memahami dan menghargai nilai budaya pasien.

Kegiatan sosialisasi tahap pertama dilakukan melalui kegiatan pelatihan perawat telah dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2017. Jumlah perawat yang mengikuti sebanyak 18 orang. Gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 25-26 Juli 2017.

Jumlah perawat yang mengikuti program tersebut sebanyak 17 orang. Perawat yang mengikuti sosialisasi ini berasal dari berbagai unit pelayanan yang ada di RSUD, di antaranya unit Rawat Inap, unit Rawat Jalan, Ruang Operasi, dan UGD.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP