Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

KPK Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Andi Narogong

| editor : 

Andi Narogong

Andi Narogong saat menjalani sidang perkara yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengabulkan permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan oleh Andi Narogong. Perihal dikabulkannya permohonan JC tersebut terungkap dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK di PN Tipikor Jakarta, Kamis (12/8) kemarin.

"Pimpinan KPK menetapkan terdakwa sebagai saksi yang bekerja sama atau justice collaborator, " ujar JPU KPK Nur Haris saat membacakan pertimbangan tuntutan. Permohonan JC tersebut, tertuang melalui surat keputusan Nomor Kep-1536 tahun 2017 yang ditandatangani pimpinan KPK pada 5 Desember. Andi terungkap mengajukam permohonan untuk menjadi justice collaborator pada tanggal 14 september 2017.

KPK menilai Andi telah memenuhi syarat sebagai JC sebagaimana diatur oleh Undang-Undang nomor 13 Tahun 2006 Jo Nomor 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi Korban dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 tahun 2011 tentang wistle blower dan justice collaborator.

Gedung KPK

Ilustrasi Gedung KPK (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Dalam pertimbangannya jaksa menjelaskan, meskipun dikabulkan permohonan JC-nya lantas tidak semata-mata menghilangkan tindak pidana yang dilakukan Andi. Pihak JPU KPK akan tetap menuntut sesuai aturan yang berlaku atas perbuatan yang dilakukan.

"Meskipun terdakwa berstatus justice collaborator, namun penuntut umum tetap mempertimbangkan secara komprehensif tentang perbuatan terdakwa," tandas jaksa.

Terpisah, terkait diterimanya JC Andi Narogong, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, jika pengajuan JC dikabulkan, maka artinya pihak pemohon berkomitmen membongkar pelaku utama dalam dugaan korupsi proyek e-KTP.

"Kita tahu salah satu bagian dari keterangan Andi Agustinus adalah dugaan peran dari SN (Setya Novanto). Tentu saja itu berimplikasi pada proses penanganan perkara dengan tersangka SN di penyidikan sampai dengan persidangan nanti," terang Febri Diansyah kepada wartawan.

(ce1/sat/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP