Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Tingkatkan Ekspor, Dunia Usaha Didorong Perkuat Kemitraan Asean-Eropa

| editor : 

Menperin Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan

Menperin Airlangga Hartarto didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Perindustri mendorong dunia usaha Indonesia menguatkan hubungan kemitraan Asean dan Eropa melalui percepatan dalam perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) kedua belah pihak.

“Kami mendorong agar industri Indonesia bisa terintegrasi pada value chain di tingkat Asean, terutama di sektor yang potensial seperti otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai bertemu dengan Chairman Europe Asean Business Alliance (EABA), Geoff Donald beserta delegasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (7/12).

Menperin menyampaikan, pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menjadi momentum penting bagi negara-negara di Asia Tenggara untuk semakin meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya sektor industri agar bisa saling melengkapi satu sama lain.

Apalagi ketiga sektor industri tersebut tengah dipacu daya saingnya oleh sejumlah negara karena saat ini dinilai siap menerapkan sistem Industry 4.0.

“Kami meyakini Asean akan menjadi kawasan yang mampu memimpin sebagai future of production, dengan basis internet of everything (IoT, Red) sebagai infrastruktur utamanya,” ungkap Airlangga. Hal ini lantaran Asean memiliki potensi pada pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil.

“Selain itu, didukung dengan populasi penduduk usia muda, kelas menengah yang tumbuh, infrastruktur digitalnya berkembang, transformasi industri kecil dan menengah ke arah digital, serta konektivitas antarmanusia,” imbuhnya.

Menteri Airlangga menyebutkan, ketiga sektor industri nasional seperti otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman telah memiliki keunggulan yang kompetitif di kancah global.

Oleh karenanya, terus didorong untuk memperluas pasar ekspor. “Apalagi, industri makanan dan minuman sangat banyak di dalam negeri, mulai dari tingkat kabupaten, bahkan sudah ada yang go international,” ujarnya.

Di tengah perkembangan era digital, industri elektronika lokal juga berpeluang tumbuh. “Sedangkan, di sektor otomotif, selain kita punya domestik market yang kuat, Indonesia telah menjadi basis produksi dari beberapa perusahaan otomotif dunia,” tutur Airlangga.

(nas/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP