Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Internasional

Hamas Serukan Perlawanan terhadap Israel

| editor : 

Palestina

Palestina (Jerusalem Post)

JawaPos - Hamas meminta warga Palestina untuk meninggalkan upaya perdamaian dengan Israel. Mereka juga menyerukan pemberontakan baru melawan Israel dalam menanggapi pengakuan Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Militer Israel mengatakan, pihaknya memperkuat pasukan di Tepi Barat yang diduduki. Mereka menurunkan beberapa batalion tentara baru dan menempatkan pasukan lain dalam keadaan siaga.

Militer Israel siap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. Unjuk rasa terhadap kebijakan Trump yang menyakitkan tersebut telah menyebar ke mana-mana. Sebagian besar unjuk rasa dilakukan tanpa kekerasan.

Namun puluhan warga Palestina berkumpul di dua titik di pagar perbatasan Gaza dengan Israel. Mereka marah dan melemparkan batu ke tentara Israel.

Di Gaza, ribuan orang Palestina berkumpul. Beberapa meneriakkan,"Matilah Amerika! Matilah Trump yang bodoh!". Mereka juga membakar ban.

Trump mengubah kebijakan AS dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah Trump membahayakan usaha perdamaian Timur Tengah dan mengganggu dunia Arab dan sekutu Barat.

"Kita harus menyerukan dan meluncurkan sebuah intifada (perlawanan Palestina) dalam menghadapi musuh Zionis," kata Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Kamis, (7/12).

Haniyeh mendorong warga Palestina, Muslim, dan Arab untuk melakukan unjuk rasa menentang keputusan AS pada hari Jumat. Ia menyebutnya sebagai Hari Kemarahan.

Baca juga berita mengenai Pengakuan Trump atas Yerusalem di:

Ramai-ramai Kecam Pengakuan Trump atas Yerusalem

(Reuters/ce1/met/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP