Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Diduga Lakukan Praktik Aborsi, Oknum Dokter dan Mahasiswi Ditangkap

| editor : 

Praktik Aborsi

Periksa: Petugas Ditreskrimum Polda Sumsel tengah memeriksa oknum dokter dan mahasiswi yang diduga melakukan praktik aborsi. (Alwi Alim/JawaPos.com)

JawaPos.com- Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel menangkap oknum dokter umum berinisial WG (72) dan seorang mahasiswi berinisial NM (24) karena diduga melakukan praktik aborsi di Praktik Dokter Spesialis Yayasan Dr Muhammad Ali, Jalan Jenderal Sudirman nomor 102, Simpang Charitas tepatnya di samping RM Pagi Sore, Kelurahan 20 Ilir D-1, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan ini dilakukan Subdit IV/Renakta Ditreskrimum pada Rabu (6/12) sekitar pukul 18.00. Petugas kepolisian mendapatkan informasi bahwa ada oknum dokter umum yang sering melakukan praktik aborsi.

Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dan beberapa hari kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat dilokasi kejadian petugas menemukan NM dan dr WG sedang di ruang praktik serta menemukan beragam obat dan peralatan medis yang diduga untuk praktik aborsi.

Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap dua tersangka. Dari hasil interogasi NM mengakui kalau melakukan aborsi, sedangkan dr WG masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Pada saat di lokasi kami melihat NM sudah disuntik. Lalu kami menemukan gumpalan darah tapi masih dalam tahap pemeriksaan benda apakah itu," katanya, Kamis (7/12).

Ia menambahkan, pihaknya saat ini menyita barang bukti satu lembar surat pendaftaran kontrol berobat, tiga botol besar obat suntik yang sudah dipakai, satu botol sedang obat suntik yang sudah habis dipakai, satu botol kecil obat suntik yang sudah habis dipakai, satu buah bungkus obat suntik yg sudah terbuka, tiga butir pil berwarna putih, serta satu buah tong sampah yang di dalamnya ditemukan botol obat suntik yang sudah dipakai habis. "Saat ini kedua tersangka terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda satu miliar," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pelaku, NM (24), mengaku mendatangi praktik dr W untuk melakukan aborsi. Ia sengaja datang dari Baturaja langsung ke Palembang. Namun, ketika baru disuntik polisi langsung datang dan menangkapnya. "Saya tahu praktik ini dari teman saya. Dan saya pun menginap di rumah teman saya," katanya singkat.

Sementara itu, dr WG membantah kalau dirinya melakukan praktik aborsi. Kepada petugas, dia berkilah mengobati pasien yang telat datang bulan saja. Bahkan, dalam waktu sebulan dirinya menangani dua orang untuk berobat. "Peralatan saya tidak lengkap, jadi saya menggunakan sistem suntik," katanya.

(ce1/lim/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP