Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Fadli: Novanto dan Jokowi Memiliki Hubungan Pribadi yang Sangat Dekat

| editor : 

Fadli Zon

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (JawaPos.com)

JawaPos.com - Beredar surat yang diduga dari Ketua DPR, Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam surat itu, Novanto meminta perlindungan dari Presiden Jokowi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menjeratnya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua ‎DPR Fadli Zon mengaku belum mengetahui apakah surat tersebut benar atau tidak. Namun yang dia sudah baca, dalam surat tersebut Setya Novanto mengungkapkan curahan hati dari kasus hukumnya.

“Di surat itu disampaikan situasi beliau (Setya Novanto) curhat terhadap (kasusnya)," ujar Fadli Zon saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

Jokowi dan Novanto

Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Setya Novanto (istimewa)

Apabila surat tersebut benar adanya, Fadli berharap Presiden Jokowi meresponsnya. Karena selama ini dia menilai Setya Novanto dekat dengan mantan Wali Kota Solo itu mempunyai hubungan yang sangat baik.

"Presiden punya kedekatan dengan Pak Novanto, selama ini hubungannya sangat dekat secara pribadi maupun kelembagaan, punya kedekatan khusus," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai tidak ada yang salah apa yang dilakukan oleh kolegannya itu. Pasalnya siapa saja biasa melakukan hal itu. 

Bahkan Fadli juga mengaku banyak mendapat aduan soal perlindungan dan bantuan hukum dari masyarakat, sehingga apa yang dilakukan oleh Setya Novanto adalah sebuah kewajaran.

"Jadi sah-sah saja kalau seseorang berusaha menjelaskan situasi yang tengah dihadapi, kemudian meminta bantuan hukum atau perlindungan hukum," pungkasnya.

Sekadar informasi, JawaPos.com mendapatkan sepucuk surat yang diduga dari Ketua DPR Setya ‎Novanto. Di surat itu Setya Novanto 'curhat' lantaran telah dikriminalisasi oleh orang tidak bertanggung jawab dalam kasus e-KTP.

Berikut ini isi petikan surat dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Presiden Jokowi:


Kepada YTH

Bapak Presiden Joko Widodo

Di Jakarta


Salam Hormat,

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.

Barsama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.

Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.

Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Hormat Saya 

Drs. Setya Novanto, Ak. MM.

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP