Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kasus Penipuan Adik Raja Keraton Solo

Berkas Pemeriksaan KGPH Benowo dan Robby Dipisah

| editor : 

Keraton Solo

ILUSTRASI. Keraton Solo (Istimewa)

JawaPos.com- Berkas pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang pedagang Pasar Malam Sekaten, KGPH Benowo dan Robby Hendro Purnomo dibuat terpisah.

Hal ini dilakukan karena kedua tersangka ini memiliki peran yang berbeda. "Kalau yang Robby itu sebagai pelaku utamanya, sedangkan KGPH Benowo adalah pihak yang menyuruh melakukannya," terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi kepada JawaPos.com, Kamis (7/12).

Kendati demikian, saksi untuk kedua tersangka ini sama. Dengan artian saksi yang diperiksa untuk tersangka Robby juga menjadi saksi untuk tersangka KGPH Benowo. 

Karena memilik peran yang berbeda, Agus menambahkan, maka pasal yang disangkakan kepada keduanya juga berbeda. Untuk tersangka Robby dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara. "Sedangkan untuk Benowo dijerat dengan  pasal 378 KUHP dan 372 juncto pasal 56. Ancamannya sama maksimal 4 tahun. Tapi termasuk pengecualian dan bisa ditahan," katanya.

Agus menjelaskan, dengan ancaman ini yang bisa ditahankan dengan ancaman minimal 5 tahun. "Tapi ada beberapa pasal yang diancam di bawah 5 tahun tapi bisa ditahan," terangnya. 

Selain berkas yang dipisah, ternyata penahanan kedua tersangka juga dipisah. Tersangka KGPH Benowo dimasukkan di sel tahanan Mapolresta Solo. Sementara untuk tersangka Robby ditahan di Mapolsek Laweyan. 

“Pemisahan ini bukan karena apa-apa, tetapi karena ruang sel tahanan yang ada di Mapolres sudah penuh. Untuk berkasnya minggu ini kita upayakan rampung biar bisa diserahkan ke kejaksaan," pungkasnya.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP