Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Jelang Putusan, Hakim Kusno: Situ Kerja Banyak Orang, Saya Sendirian

| editor : 

Hakim Kusno

Hakim Tunggal Praperadilan kasus penetapan tersangka e-KTP, Kusno (Jpn/JawaPos.com)

JawaPos.com - Hakim Kusno ogah menuruti semua permintaan dari kuasa hukum Setya Novanto dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) hari ini, Kamis (7/12). Yakni, terkait percepatan kesimpulan atau putusan terhadap penetapan tersangka Ketua DPR itu oleh KPK.

"Ini super kilat gitu loh. Nanti kalau super kilat lagi, saya putus dikira ada apa, kan gitu," tegas Kusno menjawab permintaan kuasa hukum Novanto.

Dia menegaskan, putusan praperadilan kemungkinan akan ditentukan selambat-lambatnya tujuh hari semenjak permohonan dibacakan. Karena itu, Kusno mengabaikan permintaan kuasa hukum Novanto yang meminta putusan dikeluarkan pada Rabu (13/12). 

"Anda tadi minta jadwal. Itu yang saya tentukan jadwalnya. Kemungkinan kalau ini bertele-tele, jadi hari Kamis jam tiga saya putus. Paling lambat Jumat seperti biasa," lugasnya. 

Wakil Ketua PN Jaksel itu meminta pihak pemohon maupun termohon memahami posisinya yang bekerja seorang diri. "Situ (kalian) kerja banyak orang, ini (menunjuk tim hukum KPK) banyak orang, saya sendirian

Dalam praperadilan yang digelar hari ini, kuasa hukum Novanto meminta agenda persidangan ditambah dengan pihaknya menghadirkan bukti tertulis. Adapun hari ini hanya membacakan surat permohonan atas penetapan tersangka kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sedangkan, besok jadwal awal hanya mendengarkan jawaban, bukti dan surat penetapan tersangka novanto oleh KPK selaku pihak termohon.

Tim kuasa hukum Novanto juga meminta agar besok dihadirkan saksi dari pihaknya. Hakim Kusno diminta pula untik merinci agenda sidang seminggu kedepan. Alasannya, supaya ada komitmen baik dari pihaknya atau KPK selaku termohon untuk mengikuti alur persidangan. 

Bahkan, Senin pekan diharapkan pemerikaan semua ahli baik dari pemohon maupun termohon rampung. Sehingga Rabu, sudah dikeluarkannya putusan.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP