Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Sindikat Pembuat Uang Palsu Dibekuk

5 Orang Diamankan, 2.700 Lembar Upal Disita

| editor : 

Sindikat Upal

Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya tengah memaparkan hasil penangkapan sindikat upal di Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (7/12). (Ikhsan Prayogi/JawaPos.com)

JawaPos.com- Menjelang natal dan tahun baru peredaran uang palsu (upal) diketahui meningkat. Terbukti Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareksrim Polri mengamankan lima orang pelaku pengedaran upal edisi 2016 dan edisi uang baru.

Dari kelima pelaku yakni AY, AS, TT, BH dan CM tersebut petugas mendapati 2.700 lembar uang palsu pecahan 100 ribu.

Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya memastikan uang edisi baru yang dipalsu oleh pelaku tersebut belum beredar di masyarakat. "Mereka adalah sindikat pembuat uang palsu, baik edisi 2016 dan uang baru. Namun kita pastikan uang edisi baru ini pertama kali dibuat dan belum sempat beredar," katanya di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Kelima pelaku sambungnya mempunyai peran masing-masing. AY dan AS bertugas sebagai pengedar dan mencari uang yang ingin menggunakan uang palsu tersebut. "Mereka ini tugasnya mencari orang orang yang bisa diajak berbisnis uang palsu itu Tapi mereka salah sasaran yang diajak adalah penyidik," tandasnya.

Sementara itu, pelaku berinisial TT dan BH bertugas membuat uang palsu siap edar. Mereka dibekuk di rumahnya, Subang dan Tambun Bekasi. Sedangkan CM adalah pemodal pembuatan uang palsu tersebut. Guna menghindari uang palsu, pihaknya meminta warga agar senantiasa waspada dan selalu ingat 3D. "Dilihat, diraba dan diterawang," paparnya.

Selain upal, pelaku ternyata juga memalsukan berkas mulai dari STNK, BPKB, ijazah, paspor, buku nikah hingga buku bank. Dari hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku adalah karena faktor ekonomi.

(ipy/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP