Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Finance

BI Larang Perusahaan Fintech Gunakan Virtual Currency untuk Transaksi

| editor : 

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) resmi melarang perusahaan Financial Technology (Fintech) atau teknologi finansial untuk menggunakan uang virtual sebagai alat transaksi yang sah. Hal itu merujuk pada penggunaan Bitcoin yang tengah marak saat ini.

Hal itu ditegaskan melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/12/PBI/2017 tentang penyelenggaraan teknologi finansial.

"Di dalam regulasi PBI terkait virtual currency. Bahwa penyelenggaraan fintech dilarang melakukan pembayaran menggunakan virtual currency," kata Deputi Gubernur BI, Sugeng dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (7/12).

Dia menegaskan, bahwa uang digital seperti Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Mata uang Rupiah adalah alat pembayaran yang sah sesuai undang-undang.

Jika ditemukan, pihaknya siap memberikan sanksi kepada Fintech yang menggunakan uang virtual sebagai alat pembayaran mereka. "Karena kita tahu bahwa itu bukan alat pembayaran yang sah," pungkasnya. (Hap/Hana)

(ce1/hap/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP