Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Gatot Pengin Buru-Buru Lengser, Ternyata Ini Alasannya

| editor : 

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (sebelah kanan) di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur (Ridwan/Jawapos.com)

JawaPos.com - Panglima TNI Gatot Nurmantyo pengin buru-buru lengser dari jabatannya. Dia mengaku sudah tak sabar menikmati masa pensiunnya setelah sekitar 35 tahun menjadi prajurti TNI. Terlebih lagi, pasca dilakukan fit and proper test, DPR sudah sudah menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai suksesornya.

"Saya minta mohon kepada Presiden. Setelah fit and proper test disetujui, tinggal satu langkah keputusan Presiden Marsekal Hadi Tjahjanto ditetapkan menjadi Panglima TNI," kata Gatot di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Gatot menjelaskan, dirinya pada Selasa (5/12) telah menemui Jokowi dan dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh karena itu, dia menginginkan segera turun jabatan dari Panglima TNI. "Setelah dilantik, dalam waktu yang singkat saya juga ingin langsung serah terima jabatan," ungkap Gatot.

Hal itu menurut Gatot, agar proses transisi atasan tertinggi TNI dapat berjalan baik. "Jadi kalo langsung dilantik besoknya sertijab. Organisasi TNI harus segera berjalan," tegas Gatot.

Gatot menyatakan penunjukan Hadi sebagai Panglima TNI berikutnya sesuai dengan tugas yang akan dihadapi ke depan. "Pak Presiden menentukan Pak Hadi berdasarkan tantangan tugas ke depannya cocok apa nggak, dari berbagai angkatan ternyata Pak Hadi. Dalam tahun politik ini," ucap Gatot.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yakin Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mampu membawa institusi TNI menjadi lebih profesional.

Oleh sebab itu, ia tidak ragu memilih sosok Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) itu sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun.

"Saya yakin beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai dengan jati dirinya, yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," ungkap Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/12).

(ce1/rdw/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP