Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Beredar Surat Diduga Milik Novanto Minta Perlindungan pada Jokowi

| editor : 

Jokowi dan Novanto

Presiden Joko Widodo saat bersama Ketua DPR Setya Novanto. (istimewa)

JawaPos.com - Di tengah jalannya sidang praperadilan Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP, tiba-tiba beredar sebuah surat meminta perlindungan pada Presiden Joko Widodo yang diduga dibuat oleh Novanto.

Sepucuk surat yang diterima JawaPos.com‎ itu ditandatangani oleh Setya Novanto dan dalam isinya Novanto mengaku sudah dikriminalisasi oleh sejumlah pihak untuk menjadikannya pesakitan dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini.

Novanto juga memprediksi, praperadilan yang diajukannya pun disinyalir akan gugur karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan kasusnya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor‎).

Surat Setya Novanto minta perlindungan Jokowi

Beredar surat yang diduga dibuat Setya Novanto, isinya meminta perlindungan pada Presiden Joko Widodo. (istimewa)

Harapannya surat yang ditujukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa membantunya dalam kasus yang ia hadapi. Sebab dirinya merasa dikriminalisasi oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga menggagalkan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 nanti. Diketahui Surat ini dikeluarkan pada tanggal 5 Desember 2017.

Berikut ini isi petikan surat dari Setya Novanto yang ditujukan kepada Presiden Jokowi:

Kepada YTH

Bapak Presiden Joko Widodo

Di Jakarta


Salam Hormat,

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan selalu diberikan kekuatan serta perlindungan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa untuk menjalankan amanah memimpin negeri ini.

Barsama ini perkenankan saya menyampaikan kondisi dari keadaan yang saya hadapi.

Pertama. Di bawah kepemimpinan saya, keputusan Partai Golkar untuk mendukung Bapak sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 adalah keputusan sah, dan dilakukan dalam forum yang sah sebagai keputusan organiasi. Meskipun memang ada segelintir pihak tertentu yang tidak suka Partai Golkar mencalonkan bapak kembali sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kedua. Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan pimpinan dan anggota parlemen. Namun demikian saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang.

Ketiga. Dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang kasus ini terjadi tahun 2010, tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK.

Keempat. Saya mohon perhatian Bapak Presiden sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini bermuara pada keputusan dukung-mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang.

Demikian disampaikan kepada Bapak Presiden dan sebagai warga masyarakat yang telah menjadi korban kriminalisasi atas rekayasa kelompok tertentu, saya mohon doa dan perlindungan hukum dari Bapak Presiden selaku Panglima Tertinggi dalam penegakan hukum di negara yang kita cintai ini.

Hormat saya, 

Drs. Setya Novanto, Ak. MM.

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP