Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Nasional

Hakim Kusno: Praperadilan Novanto Sewaktu-waktu Bisa Gugur

| editor : 

Kusno

Hakim Kusno ketika memimpin sidang praperadilan Ketua DPR Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12) (Ricardo/JPNN/Jawapos.com)

JawaPos.com - Sidang Praperadilan yang Ketua DPR Setya Novanto sewaktu-waktu bisa gugur. Dengan syarat, pemeriksaan pokok perkara dimulai sebelum Pengadilan memutus gugatan tersangka korupsi Mega Proyek e-KTP itu.

Menurut Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kusno, hal itu sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Pasal 82 Ayat 1 huruf d Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 (KUHAP), tentang Wewenang Pengadilan untuk Mengadili.

Dalam putusan, lanjut dia, permintaan praperadilan dinyatakan gugur ketika sidang perdana pokok perkara terdakwa digelar di pengadilan.

Setya Novanto

Ketua DPR, Setya Novanto (Miftahul Hayat/JawaPos)

"Kapan (pemeriksaan pokok perkara) dimulai? itu sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara ketuk palu membuka sidang untuk pembacaan surat dakwaan. Kita sepakat seperti itu," tegas Kusno dalam persidangan praperadilan Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

Dia lantas meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberitahukan kapan mereka melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tipikor. Termasuk waktu mulainya persidangan.

"Harus disampaikan besok dalam sidang lanjutan praperadilan Novanto. Karena terus terang, pemberitahuan (KPK) penting. Untuk itu kalau sudah ada tolong segera diajukan," pinta Kusno.

"Supaya apa, ke depan tidak terjadi perdebatan di belakang hari," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, kemarin pagi, KPK meminta Novanto untuk menandatangani berkas penyidikan yang sudah rampung. Sore harinya, lembaga antirasuah itu menghantarkan tumpukan berkas perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk selanjutnya disidangkan di Pengadilan Tipikor.

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP