Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Penghina Nabi Muhammad, Tersangka Mengaku Pemuka Agama

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Abraham Ben Moses (52) alias Saifuddin Ibrahim, tersangka penyebar ujaran kebencian bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Pelaku ditangkap di rumahnya di Tangerang, sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (5/12).

Abraham melakukan aksinya melalui akun media sosial miliknya Saifuddin Ibrahim. Hasil pemeriksaan penyidik, Abraham mengaku sebagai pemuka agama atau pendeta.

"Pengakuannya demiakan (sebagai pendeta)," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (7/12).

Selain itu, Abraham mengaku kepada penyidik melakukan tindakan ujaran kebencian itu dengan motif menyebarkan keyakinannya. "Motif menyebarkan keyakinannya," ungkap Fadil.

Sebelumnya, penyidik Dittipid Siber Bareskrim Polri menangkap Abraham Ben Moses (52), terkait kasus ujaran kebencian berbau Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) melalui media sosial Facebook.

Abraham ditangkap di kediamannya di Jalan KH Hasyim Ashari No 27 RT 01 RW 04 Buaran Indah, Kota Tangerang, Banten.

Atas perbuatannya, Abraham disangkakan dengan pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No.11 tahun 2008 tentang ITE.

Abraham Ben Moses dalam videonya yang viral di Facebook, tampak berbincang dengan seorang sopir taksi online. Dalam pembicaraan itu, Abraham sempat menanyakan agama sopir tersebut. Lalu, Abraham mengutip salah satu ayat dalam keyakinan agama sang sopir terkait pernikahan.

Dia kemudian melecehkan Nabi Muhammad yang dianggapnya tidak konsisten dengan ucapannya dan melanggar perintah agamanya. Abraham juga menghasut sang sopir agar mau masuk ke dalam agamanya.

(ce1/rdw/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP