Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Triwulan I-2018, Holding Migas Bakal Dibentuk

| editor : 

Menteri BUMN Rini Soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah terbentuknya holding BUMN pupuk, holding BUMN semen dan holding BUMN tambang, Menteri BUMN Rini Soemarno akan segera membentuk holding BUMN minyak dan gas (Migas) yang direncanakan terwujud pada Triwulan I-2018. Pembentukan holding migas dilakukan untuk meningkatkan daya saing BUMN dalam rangka menghadapi tantangan daya saing di sektor migas.

Ketergantungan pada impor gas, harga gas yang relatif tinggi dan ketidakseimbangan sumber gas diharapkan dapat diatasi pemerintah diharapkan dapat diatasi dengan holding BUMN migas. Sebab, Kebutuhan gas diproyeksikan mencapai lima kali lipat di 2050.

Rini mengungkapkan, proses pembentukan holding BUMN migas saat ini masih dalam proses. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai holding migas telah melalui proses harmonisasi. Kajian bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan tentang holding pun telah dimutakhirkan dan sedang dalam proses penyelarasan final.

"Diharapkan pada Triwulan I-2018 semua proses holding BUMN migas akan selesai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12).

Skema holding BUMN ini terdiri dari PT Pertamina (Persero) yang akan menguasai PT PGN (Persero) Tbk sebagai anak holding melalui pengalihan 57 persen kepemilikan saham. Strategi pelaksanaan holding migas di jangka pendek yaitu quick wins dengan mengintegrasikan PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk yang dilanjutkan sinergi operasional dan komersial di jangka menengah dan panjang.

"Dengan adanya holding migas, diharapkan Pertamina akan dapat memperluas jangkauan gas kepada masyarakat dan dunia usaha dengan harga yang kompetitif," tegasnya.

Ke depannya, PGN akan menjadi tangan PT Pertamina (Persero) dalam melaksanakan kegiatan bisnis midstream dan downstream gas, termasuk transmisi dan distribusi gas alam. Selain itu, diharapkan BUMN holding akan memiliki struktur neraca keuangan yang lebih kuat, sehingga memperlancar tugas Pertamina sebagai BUMN energi untuk mewujudkan upaya Pemerintah dalam program ketahanan energi.

(ce1/hap/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP