Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Holding BUMN Tambang Harus Kuasai Peta Sumber Daya Mineral

| editor : 

Holding Tambang

Holding Tambang (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com – Pengamat Ekonomi Didik J Rachbini mendorong agar holding BUMN pertambangan segera menjalankan strategi jangka pendek yaitu penguasaan informasi dan pengelolaan tambang. Menurutnya, informasi yang lengkap tentang potensi sumber daya mineral (SDM) di Indonesia akan menghindarkan holding dari salah pengelolaan.

"Penguasaan informasi menjadi hal sangat penting karena menjadi penuntun yang dapat menghindarkan dari kerugian. Jika tidak punya informasi lengkap, tentang potensi sumber daya mineral, minyak, dan tambang di Indonesia, mereka bisa jatuh dalam jebakan asymmetric information. Kalah terus, dibodohi, rugi, dan seterusnya. Itu dulu ya paling penting," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/12).

Didik menegaskan, penguasaan informasi harus segera menjadi agenda utama supaya kasus Freeport di masa lalu tidak terulang lagi. Didik juga mengingatkan agar holding BUMN Industri Pertambangan segera melakukan pembenahan ke dalam agar organisasi BUMN ini efisien dan efektif, sesuai tujuan awal pembentukan holding.

Sementara itu, Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin, mengatakan misi utama pembentukan holding BUMN tambang adalah mengembalikan PT Freeport Indonesia (PTFI) ke pangkuan Ibu Pertiwi. "Misi khususnya adalah divestasi 51 persen saham Freeport. Karena ini sudah saatnya setelah 50 tahun (dikuasai asing)," kata Budi.

Sesuai mandatnya, holding ini dibentuk untuk mendukung demokrasi kerakyatan. “Marwah pembentukan kami itu demokrasi ekonomi, ekonomi kerakyatan. Justru ini kebablasan, kok (Freeport) sampai dikuasai asing. Harta ini milik seluruh rakyat Indonesia. Kami hanya pegawai dan pemiliknya rakyat. Ini demokrasi kerakyatan,” papar Budi.

Dia menambahkan, supaya transformasi holding untuk menjadi besar berjalan baik, holding harus mampu meningkatkan setoran royalti kepada negara karena selama ini setoran yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan BUMN masih kalah jauh dengan setoran cukai.

"Dengan adanya holding, sinergi menjadi lebih baik. Ke depan, kami akan speed up pengembangan hilirisasi. Dengan begitu, skala bisnis bisa di-leverage, bisa multiply hasilnya. Melalui langkah-langkah tersebut kami bisa meningkatkan penguasaan sumber daya mineral (SDM)," jelas Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Prabowo Ariotedjo.

(ce1/srs/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP