Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Internasional

Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Trump Dorong Radikalisasi Global

| editor : 

Donald Trump

Donald Trump (Reuters)

JawaPos.com - Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kecaman di dunia. Keputusan Trump dinilai kontradiktif dan cenderung merugikan Palestina.

Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) Din Syamsudin mengecam keras dukungan Trump kepada Israel. Ini merupakan bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata.

"Keputusan tersebut membuka dan membuktikan kedok standar ganda AS. Negara tersebut selama ini juga tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan konflik Palestina-Israel," kata Syamsudin dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (7/12).

Menurut dia, keputusan Trump justru akan memantik kembali perselisihan yang telah terjadi dalam beberapa dekade akhir di Timur Tengah. "Keputusan Trump juga mendorong radikalisasi di kalangan umat sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yang diciptakan AS," ungkapnya.

Din mengusulkan Yerusalem dijadikan kota suci Internasional. Selain itu, dapat diputuskan pembagian wilayah teritorial. "Yerusalem Timur untuk Palestina dan Yerusalem Barat untuk Israel," kata Din.

Kota Suci Yerusalem

Kota Suci Yerusalem (Reuters)

Untuk itu, PPIP menuntut Presiden Donald Trump untuk mencabut dukungannya kepada Israel. Serta mendesak OKI melakukan diplomasi guna mengugurkan keputusan yang diambil AS.

Baca juga berita mengenai Pengakuan Trump atas Yerusalem di:

Ramai-ramai Kecam Pengakuan Trump atas Yerusalem

(ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP