Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Kerjabilitas, Bantu Penyandang Difabel Dapatkan Pekerjaan

| editor : 

Difabel

Founder aplikasi Kerjabilitas Tety Nurhayati Sianipar (paling kanan, berkaca mata). (Dida Tenola/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ada satu stan yang menarik perhatian pada Jambore Inovasi 2017 yang dihelat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Stan tersebut berisi anak-anak muda. Mereka tergabung ke dalam Kerjabilitas, sebuah start-up yang membantu para penyandang difabel mendapatkan pekerjaan.

Kerjabilitas didirikan oleh Rubby Emir dan Tety Nurhayati Sianipar pada 2014. Motivasinya adalah membantu penyandang difabilitas dalam mendapatkan pekerjaan. "Awalnya karena adiknya mas Rubby juga penyandang difabel intelektual. Berangkat dari sana, kami sama-sama punya niat untuk membantu mereka agar dapat kesempatan yang sama dengan lainnya," cerita Tety kepada JawaPos.com di Hotel Santika Premiere, Surabaya, Senin (4/12).

Ide membuat start-up yang bisa membantu para difabel kemudian diwujudkan, saat mereka mengikuti kompetisi yang digelar oleh Ford Foundation bekerja sama dengan Wikipedia Foundation. "Jadi Kerjabilitas ini seperti LinkedIn. Tampilannya profiling disabilitas. Misalnya tuna daksa. Tuna daksa yang seperti apa, atas atau bawah. Kami detailkan," lanjut perempuan kelahiran Labuan Batu Selatan, Sumatera Utara (Sumut) itu.

Difabel

Founder aplikasi Kerjabilitas Tety Nurhayati Sianipar (berdiri, berkaca mata). (Dida Tenola/JawaPos.com)

Kini, Kerjabilitas sudah menampung 7.000 difabel pencari kerja. Mereka juga sudah bekerja sama dengan 1.000 perusahaan. Memang, Kerjabilitas juga butuh perusahaan untuk dijadikan mitra. Sebab kalau banyak pelamar tanpa diimbangi dengan lapangan kerja yang tersedia, sama saja sia-sia.

"Kami juga mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Jadi Kerjabilitas ini adalah jembatan bagi perusahaan dan disabilitas yang mencari pekerjaan," imbuh alumnus Teknik Informatika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta tersebut.

Kerjabilitas sekaligus menjadi konsultan bagi perusahaan yang ingin mempekerjakan penyandang difabel. Mereka bisa mencarikan kriteria yang cocok untuk dipekerjakan.

Untuk membuat nyaman para penyandang difabel dan perusahaan, Kerjabilitas selalu berusaha melakukan riset. Adapun riset didasarkan pada kebutuhan para penyandang difabel itu sendiri.

Contohnya kepada penyandang tuna netra, Kerjabilitas memasang screen reader. "Dua minggu setelah lowongan ditutup, biasanya kami langsung call perusahaan. Kami tanya apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya," ungkap Tety.

Secara pribadi, Tety merasa bahagia bisa membantu penyandang difabel. Yang dibutuhkan oleh orang-orang seperti Tetu adalah kesempatan. Dia menilai bahwa banyak penyandang difabel yang punya dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.

"Mereka loyal, kerja keras, dan fokus. Yang menyebabkan mereka kurang berkembang adalah banyak diam di rumah. Mereka cuma butuh kesempatan saja," tutur anak ketiga dari empat bersaudara tersebut.

(did/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP