Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Features

Tur 6 Hari di Perth, Australia Barat (3)

Harus Merangkak demi Berswafoto bareng Quokka agar Tersenyum

| editor : 

Rottnest Island menjadi destinasi wisata yang populer bagi turis asing maupun domestik Australia.

Rottnest Island menjadi destinasi wisata yang populer bagi turis asing maupun domestik Australia. (Gugun Gumlilar/Jawa Pos)

Rottnest Island menjadi destinasi wisata yang populer bagi turis asing maupun domestik Australia. Selain keindahan panorama alamnya, pulau itu ‎memiliki hewan yang selalu menjadi buruan turis. Berikut laporan wartawan Jawa Pos Gugun Gumilar dari Perth, Australia.

SETELAH berkeliling di jantung Kota Perth, Jumat sore (17/11), kami bertolak ke Kota Fremantle. Hanya dibutuhkan waktu 30 menit dari pusat kota ke Fremantle yang ramai sejak ratusan tahun. Kami pun memutuskan untuk menginap di salah satu hotel yang dibangun narapidana.

Menurut sejarah di Tourism Western Australia, Fremantle merupakan salah satu kota tertua di Australia. Kota tersebut mulai berdetak sejak April 1829. Saat Kapten Charles Howe Fremantle melempar sauh dari kapal HMS Challenger di lepas pantai Australia Barat. Tak jauh dari mulut Sungai Swan.

Ada sedikit cerita tentang Fremantle. Awalnya, Kapten Charles mempersembahkan wilayah Swan River Colony itu untuk ‎Raja Inggris George IV. Dia kemudian menamai wilayah itu dengan nama kapten kapal HMS Challenger, Kapten Fremantle.

Awalnya, Kapten Fremantle membawa 2 ribu warga Inggris ke Fremantle. Mereka disebut sebagai Swan River Colony. Para pemukim awal tersebut diiming-imingi tempat tinggal yang nyaman, tanah yang luas, dan kota tanpa penjahat. Namun, ada masalah. Tanpa pekerja kasar, siapa yang akan membangun kota? Jadi, diputuskan kebijakan untuk mendatangkan para tahanan dari Inggris.

Saking banyaknya tahanan yang dibawa ke Fremantle, tiga di antara empat penduduk Fremantle ketika itu adalah tahanan. Mereka dikirim ke Fremantle untuk bekerja dengan janji dibebaskan setelah beberapa waktu. Lantaran tahanan banyak, tak heran jika penjara merupakan bangunan permanen pertama yang didirikan di kota tersebut. Namanya Fremantle Prison.

Untuk Fremantle Prison, saya akan membahasnya dalam tulisan berikutnya.‎ Fremantle juga memiliki pasar tertua di Australia, yakni Fremantle Market. Pasar tersebut berdiri sejak 1897. Pasar Fremantle terletak di sudut South Terrace dan Henderson Street, Fremantle, Australia Barat.
’’Pokoknya, saya kudu selfie sama quokka, gimana pun caranya,’’ kata Widika Sidmore, salah seorang rekan saya yang ikut rombongan Tourism Western Australia (TWA). Saya dan rekan lainnya pun ikut ingin melakukan apa yang dikatakan Widika.

Sabtu pagi (18/11), kaki kami bergerak ke Pelabuhan Fremantle untuk menuju Rottnest Island. Lantaran jarak pelabuhan dengan hotel menginap hanya 1 kilometer, kami hanya berjalan kaki sambil menikmati bangunan-bangunan kuno khas Victoria.

Sesampai di pelabuhan, kami naik kapal feri yang akan membawa kami. Waktu tempuh dari pelabuhan ke Rottnest Island hanya 30 menit‎. Pulau itu didiami seratus penduduk dan dikunjungi sekitar 500 ribu pengunjung setiap tahun.

Wisatawan bisa menikmati pulau dengan view alami dan deretan pantai yang luar biasa eksotis.‎‎ Selain alam yang memukau, pulau seluas 19 kilometer persegi tersebut merupakan habitat hewan imut endemis Australia, yakni quokka.

Tak sedikit media massa internasional yang mendaulat quokka sebagai the happiest animal on earth karena wajahnya yang seperti selalu tersenyum. Ya, jika beruntung bisa berswafoto dengan quokka, hewan itu akan terlihat seperti tersenyum.

Orang yang beruntung itu adalah Frans Margo dan Widika. Dua rekan saya‎ di TWA Indonesia. Bahkan, Widika rela merangkak dan mengendap-endap demi bisa ber-selfie dengan quokka. "Yea, akhirnya bisa selfie bareng. Ia (quokka, Red) tersenyum dong," kata Widika semringah.

Hal serupa dirasakan Frans. Dia membutuhkan waktu 10–15 menit agar bisa berswafoto dengan quokka. "Wah, keren," ucapnya.‎ Padahal, quokka tak perlu dikejar-kejar. Hewan itu akan menghampiri pengunjung dengan sendirinya. Sebab, quokka tidak takut kepada manusia. Namun, Widika dan Frans rela mencari quokka dan merangkak demi hasil jepretan yang memuaskan.‎

Saat ini, ada sekitar 12 ribu quokka yang hidup bebas di Rottnest Island. Rupanya, hewan itulah yang membuat pulau tersebut dinamai Rottnest. "Waktu itu, penjelajah Belanda menyebut quokka sebagai the big rat," tutur Sarah, pemandu dari ‎Rottnest Express.‎

Adalah Willem de Vlamingh, kapten kapal Belanda, yang menjelajahi pulau itu pada 1696. Selama enam hari, dia menemukan banyak big rat atau quokka. Bentuknya seperti tikus, tetapi ukurannya seperti kucing. Jika berdiri, ia seperti kanguru. Namun, lompatannya tak jauh. "Dari situ, Willem de Vlamingh menamai pulau tersebut sebagai rat nest alias sarang tikus. Kemudian menjadi Rottnest," tambahnya.‎

Kini, quokka merupakan salah satu alasan turis untuk datang ke pulau itu. Nama quokka diberikan bangsa Aborigin, suku asli yang mendiami daratan Australia. Salah satu agenda yang tak boleh terlewatkan di Rottnest Island adalah selfie bareng quokka.

"Sudah jam 2 (siang) lewat 15 menit nih," teriak Ardhi Syamsu, rekan rombongan TWA Indonesia‎. Kami terhenyak. Lupa waktu. Perjanjian awal, rombongan kami harus berada di dekat dermaga pada pukul 14.15. Ini ngaret 5 menit. Padahal, kapal feri Rottnest Island berangkat pukul 14.25.

Kami bergegas mengayuh sepeda dengan cepat. Ya, sepeda milik Rottnest Express itu dipinjamkan kepada wisatawan. Selama mencari quokka, kami pakai sepeda itu. Akhirnya, kami tiba di dermaga tepat pukul 14.25 dengan terengah-engah. Jika lewat dari jam tersebut, rombongan kami harus menginap untuk menunggu kapal esok hari.

"Hampir saja ketinggalan kapal," kata Fransiska. Widika dan Frans semringah karena sukses ber-selfie bareng quokka. Saya menyesal karena tak mengikuti jejak mereka. Namun, saya membawa oleh-oleh tulisan dan pengalaman.

Kapal sudah meninggalkan Dermaga Rottnest Island yang tetap utuh dan memesona meski sudah berumur ratusan, bahkan ribuan tahun‎.

(ind/yuz)

Sponsored Content

loading...
 TOP