Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

KPK Boyong 5 Saksi Hasil OTT Jambi

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaikkan status hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi menjadi penyidikan. Itu setelah mereka menetapkan empat orang sebagai tersangka, Rabu malam (29/11).

Adapun mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik (EWN), Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono (SUP), Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arfan (ARN), serta Asisten Daerah III Provinsi Jambi Saifudin (SAI).

Setelah memboyong Supriyono, Arfan, Saifudin dan istrinya, Anggota Banggar dari Partai Demokrat Nurhayati, KPK kembali membawa lima orang dari Jambi semalam.

"Dibawa kembali lima orang saksi dari Jambi ke kantor KPK di Jakarta. Mereka sudah berada di Bandara di Jambi menuju Cengkareng," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah Rabu malam (29/11).

Kelima saksi itu yakni Rinie (RNI), Wahyudi (WYD), Dheny Ivan (DHI), seseorang berinisial FN, dan Geni Waseso Segoro (GWS). Hingga semalam tim penyidik masih berada di Jambi melakukan pengembangan.

"Masih memungkinkan untuk kembali memeriksa saksi, sementara ini terbatas di penerbangan jadi ada saksi yang menyusul," tukasnya.

Setidaknya ada 16 orang yang berhasil diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jambi kali ini. 12 di antaranya ditangkap di Jambi dan 4 orang di Jakarta.

Keenam belas orang itu yakni, Anggota DPRD Provinsi Jambi 2014-2019 Supriyono (SUP), Plt Kepala Dinas Provinsi Jambi Arfan (ARN), Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saipudin (SAI), Anggota DPRD Jambi Nurhayati (NUR).

Lalu Fauzi alias Atong (ATG) yang notabene anak buah SAI, Dheny Ivan (DHI) dan Wahyudi (WYD) selaku anak buah ARN, Geni Waseso Segoro (GWS) dari pihak swasta, staf di Dinas PUPR Provinsi Jambi Rinie (RNI), Surip (SRP) selaku sopir SUP, dan Otong (OTG) selaku supir ARN.

Kemudian, Wasis (WSS) Kepala UPDT Alat dan Perbekalan Provinsi Jambi, Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik (EWM), Kepala Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta Amidy (AMD), Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra (VRL), dan Asrul (ASR) dari pihak swasta.

Dari OTT terkait "uang ketok" APBD Jambi 2018 itu setidaknya tim KPK mengamankan Rp 4,7 miliar. Adapun uang tersebut dikumpulkan dari sejumlah tempat.

"Yang di dalam dua koper isinya 3 miliar. Yang di plastik hitam gabungan dari 400 juta ditemukan di lokasi di dekat restoran. Dan 1,3 ditemukan di rumah SAI (Saipudin, Asisten Daerah Bidang III Provinsi Jambi Saipudin )," beber Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP