Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Ini Realisasi Dana Desa Selama Tiga Tahun

| editor : 

Dana Desa

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Kampoeng Mataraman, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (27/11). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah sudah mengucurkan dana desa hingga Rp 127 triliun selama tiga tahun terakhir. Program yang dikelola secara mandiri oleh desa itupun cukup berhasil dengan banyaknya pembangunan infrastruktur.

Desa sudah membangun sekitar 9.000 jembatan, 800.000 drainase, dan 121 kilometer jalan desa. Kemudian lebih dari 80.000 fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) serta mengurangi dan menekan bencana tanah longsor.

Pada 2018, pemerintah akan kembali mengucurkan dana desa senilai Rp 60 triliun. Dalam pengelolaannya, nanti diharapkan memakai sewa kelola. Bukan menggunakan kontraktor karena perputaran uang hanya akan terjadi di kota jika hal itu dilakukan.

Dana Desa

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Kampoeng Mataraman, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (27/11). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

"Ide dari dana desa itu dibayarkan kepada masyarakat desa. Sehingga uang itu bisa beredar di desa, meningkatkan daya belinya," kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo di Kampoeng Mataraman, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (27/11).

Dana desa juga akan digunakan untuk merecovery desa-desa yang terkena dampak letusan Gunung Agung. Saat-saat masa bencana seperti ini, sudah ada banyak kementerian yang melakukan penanganan.

"Kementerian sudah banyak. Ada Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, sudah menangani. Tapi setelah itu selesai, dana desa akan kita pakai," ucap Eko dalam acara Refleksi 3 Tahun Implementasi Undang-Undang Desa.

(dho/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP