Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kakek Tiga Cucu Renggut Keperawanan Gadis 16 Tahun

| editor : 

Pemerkosaan

Pesakitan: Suwito, 60, kakek tiga cucu saat menjalani pemeriksaan di UPPA Polres Malang. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

JawaPos.com - Suwito, 60, warga Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tega merenggut keperawanan seorang anak baru gede (ABG). Korban sebut saja Mekar, masih berusia 16 tahun.

Berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com, peristiwa terjadi saat Mekar tinggal di rumah Suwito pada Oktober 2017. Mekar yang merupakan warga Kecamatan Ampelgading, numpang tinggal di rumah Suwito karena sekolahnya lumayan jauh dari rumah.

Sebelumnya, pelaku dan ayah korban sudah saling kenal. Suwito menawarkan agar Mekar tinggal di rumahnya daripada harus kos dan mengeluarkan biaya. Merasa diberi tawaran menarik, akhirnya korban mau saja tinggal serumah dengan Suwito.

Tawaran kamuflase itu yang membuat hidup Mekar berada dalam kesengsaraan. Sekitar dua minggu tinggal di rumah Suwito, tiba-tiba saat tengah malam pelaku masuk ke kamar Mekar yang tidak terkunci.

Saat Mekar sedang tertidur lelap, kakek tiga cucu ini segera membekapnya. Merasa kaget, korban terbangun namun tidak bisa berteriak. Saat tidak berdaya itulah, pelaku memerintahkan pelajar kelas X itu melucuti semua pakaiannya.

Tidak berani melawan karena diancam oleh Suwito, Mekar menurut saja. Pun ketika kakek tua itu menciumi korban hingga akhirnya perbuatan keji itu dilakukan.

Merasa aksinya yang pertama lancar, preman kampung itu kembali hendak melakukan perbuatan kejinya. Berpura-pura hendak mengunjungi saudaranya yang tinggal di luar kecamatan, Suwito mengajak Mekar. Rupanya ajakan itu hanya alibi saja.

Korban dibelokkan ke salah satu hotel di kawasan Sumberpucung. Dipaksa masuk hotel dan Mekar hampir kembali digagahi. Beruntung saat itu korban berteriak. Takut mengundang perhatian, akhirnya Suwito mengurungkan niatnya.

Takut dengan kejadian yang menimpanya, Mekar lantas mengadukan peristiwa pilu ini kepada pamannya, Suseno. Kaget dengan hal yang menimpa keponakannya, akhirnya Suseno melaporkannya kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.

"Setelah mendapatkan informasi, kami segera melakukan penyelidikan," kata Kepala UPPA Polres Malang Iptu Sutiyo saat ditemui di ruangannya, Jumat (24/11).

Kemudian, polisi mengumpulkan bukti kuat termasuk melakukan visum kepada korban dan segera menangkap pelaku. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dikenakan pasal 81 juncto 76 D dan atau pasal 82 juncto pasal 76 E UU nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU nomor 23 tahun 2002. "Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegasnya.

(tik/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP