Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Penjelasan Birokrat DKI Terkait 74 Anggota Tim Gubernur Anies-Sandi

| editor : 

TGUPP, Tim Gubernur, RAPBD DKI 2018, Anies Sandi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wagub Sandiaga Uno (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penempatan 74 orang di dalam Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI pada 2018 terus berpolemik. Pasalnya, untuk 74 orang itu membutuhkan anggaran operasional sebesar Rp 28 miliar. Anggaran sebanyak itu termasuk biaya gaji dan kebutuhan lainnya bagi tim tersebut.

Angka Rp 28 miliar itu dianggap terlalu besar dari Rp 77,1 triliun nilai besaran RAPBD 2018. Sebab tahun sebelumnya, untuk TGUPP itu anggarannya cuma Rp 2,3 miliar yang diambilkan dari Rp 70,1 triliun APBD 2017.

Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta Dhani Sukma mengatakan, penempatan anggota tim merupakan wewenang gubernur. Namun, dengan beberapa persyaratan. Persyaratan itu ditentukan sendiri oleh gubernur.

"Ini (penempatan) langsung Pak Gubernur. Artinya Pak Gubernur yang akan menempatkan orang-orangnya," ujar Dhani saat diminta konfirmasi, Jumat (24/11).

Dijelaskannya, kriteria atau persyaratannya harus profesional dan berpengalaman di bidangnya. Orang tersebut juga harus memiliki pendidikan yang mumpuni untuk menganalisis kebijakan-kebijakan, memberikan saran dan masukan, mendeteksi, serta menganalisis persoalan persoalan yang ada di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Terkait jabatan TGUPP, porsi pegawai negeri sipil (PNS) dan non-PNS akan disesuaikan dengan kebutuhan. "Untuk yang PNS maupun non-PNS itu kan dilihat dari urgensi persoalannya. Itu keliatannya memang lebih banyak di profesional," kata dia.

Dia mengungkapkan, rencananya ada tiga lapisan TGUPP. Dari lapisan pertama profesional. Kedua, dengan pengalaman yang sudah sangat tinggi bahkan harus dengan gelar profesor. Ketiga, pelaksana dan pemroses administrasi.

"Layer (lapisan) keduanya semacam tim ahlinya. Ketiganya ada tim pelaksana gitu kan, artinya yang membantu dukungan dukungan administrasi dalam proses percepatannya," jelas Dhani.

Namun Dhani tidak mengerti apakah TGUPP itu akan diisi oleh tim sukses atau tim sinkronisasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat kampanye Pilkada dahulu. Dia hanya tahu bahwa tim gubernur diadakan untuk membantu proses percepatan pembangunan.

"Yang penting kan kompetensinya bagus. Kompetensinya tepat. Pokoknya terkait dengan penempatan personel itu udah diskresinya Pak Gubernur lah sama Pak Wagub," pungkasnya.

(cr3/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP