Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Klaim Tuntaskan Kasus Novel, Polda Metro Terjunkan Ratusan Penyidik

| editor : 

Rilis penyerang Novel Baswedan

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz saat memperlihatkan foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan Jumat (24/11) (Desynta/Jawa Pos.com)

JawaPos.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz menegaskan bahwa jajaranannya serius menangani kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan. Buktinya kata dia, telah dibentuk tim penyelidik dan penyidik hingga ratusan orang.

"Dengan jumlah penyidik sebanyak 167 orang, lintas penyidikan baik itu Polres, Polda, dan bahkan kami di-back up penyidik Mabes Polri," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (24/11).

Untuk memperjelas wajah pelaku, pihaknya dibantu Australian Federal Police (AFP) dan di-back up Tim Inafis Mabes Polri. "Karena beberapa CCTV di tempat yang kita kumpulkan itu memang membutuhkan kerja sama kita dengan pihak luar negeri," tutur dia.

Dalam pelaksanaan penyelidikan pun, Polda Metro Jaya diawasi langsung dan diaudit investigasi oleh Mabes Polri, yang diketuai oleh Kadiv Propam Polri dan dua wakilnya dari Irwasum dan Bareskrim Polri.

"Kenapa ada tim audit investigasi dari Mabes Polri? Ini untuk melihat, mengawasi, mengontrol apakah pelaksanaan penyelidikan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya sudah on the track," jelas Idham.

Untuk menunjukan keseriusannya, Idham tidak menugaskan para penyidik tersebut si tempat lain. "Tetapi mereka hanya fokus untuk menangani penyelidikan masalah Novel Baswedan. Setiap minggu kita lakukan rapat, saya yang pimpin langsung," ungkapnya.

Bagi Polda Metro Jaya, lanjut dia, kasus itu merupakan kasus yang memang menjadi perhatian utama. Kalaupun dianggap terlalu lama untuk menyelesaikannya, kata Idham masih banyak kasus-kasus lain yang butuh waktu bertahun-tahun untuk dituntaskan.

"Mungkin di satu sisi ini terlalu lama, tapi rekan-rekan, saya ingin beri gambaran, bahwa banyak di antara kasus-kasus, itu bisa dilakukan bertahun-tahun," ucapnya.

Karena itu, dia berharap pula peran dari masyarakat untuk menemukan pelaku yang wajahnya sudah dirilis cukup jelas itu. "Kami berharap dukungan, kerja sama, serta bantuan dari masyarakat. Apalagi dengan kita buka hotline, kami ingin segera juga bagaimana bisa mengungkap kasus ini. Mohon doanya," pungkas Idham.

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP