Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pendidikan

Wawali Solok Dorong Mahasiswa Ciptakan Lapangan Kerja

| editor : 

Wawali Solok dan Mahasiswa UMMY

Wawali Solok Reinier berdiskusi dengan dosen dan sejumlah mahasiswa Ummy Solok, Kamis (23/11) (Istimewa)

Jawapo.com -- Sarjana seringkali terbuai dan bercita-cita menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kondisi memandulkan jiwa kreatif generasi muda untuk menangkap berbagai peluang usaha.

"Tamat kuliah cari kerja. Kalau ada tes CPNS, buru-buru ikut. Padahal banyak peluang usaha yang bisa dijalankan," kata wakil walikota Solok Reinier saat bersilahturrahmi dengan Mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok di Pulau Belibis, Kamis (23/11).

Setiap tahun kata Reinier, ribuan sarjana lahir dari perguruan-perguruan tinggi yang ada di Sumatera. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan daya tampung lowongan kerja di instansi pemerintahan maupun swasta yang ada di Sumbar ini sendiri.

"Kecil sekali peluang diterima bekerja di instansi pemerintah ataupun swasta," katanya.

Seharusnya, sejak di bangku kuliah kata Wawako, para mahasiswa sudah harus mulai mengancang-ancang bahkan bergerak membuka usaha. Banyak sektor di dunia usaha yang bisa digarap bahkan sejak dibangku kuliah. Tentunya sangat dibutuhkan kemauan dan keseriusan.

Susahnya menurut Reinier, paradigma berpikir para sarjana apalagi perguruan tinggi kenanamaam masih terpaku pada pekerjaan kantoran di instansi pemerintahan. Hal tersebut sudah tertanam sejak dahulu, menjadi PNS seolah meingkatkan strata sosial ditengah masyarakat.

"Kita sangat kekurangan pengusaha yang bisa membuka lapangan pekerjaan, kalau lapangan usaha menjamur maka akan bisa menyerap tenaga kerja secara maksimal dan memangkas angka pengangguran di Kota Solok," sebut Reinier di hadapan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi BSS "Wajah" dan GEMPA UMMY Solok usai deklarasi gerakan bersama sadar wisata.

Reinier meminta Universitas dan perguruan tinggi yang ada di Kota Solok untuk lebih mendorong mahasiswa/i kearah wirausaha, sesuai dengan keahlian dan jurusan yang diambil mahasiswa yang bersangkutan.

"Peluang sangat terbuka menjadi wirausaha sukses, banyak kelebihan dan keuntungan yang bisa diperoleh dibanding menjadi pegawai Negri Sipil, apalagi kota Solok sangat berpotensi dibidang perdagangan dan jasa" beber Reinier memotivasi.

Intinya sebut Reinier, mahasiswa harus dipancing dari hal-hal kecil untuk mengasah mental dan membangkitkan jiwa wirausaha. Dan itu, itu adalah tugas utama perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dunia usaha.

Sebelumnya, ketika berkunjung ke Sumatara Barat pada 4 November 2017 lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga meminta mahasiswa di seluruh Indonesia, agar tidak lagi bermimpi menjadi PNS. JK juga mendorong kelak lulus sarjana, para mahasiswa menjadi wirausahaan atau bekerja di dunia usaha.

Orang nomor 2 di Republik ini mengatakan, setiap tahunnya, empat ribu perguruan tinggi di Indonesia melahirkan lulusan lebih dari 900 ribu atau hampir satu juta sarjana. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan daya tampung Instansi Pegawai yang di idam-idamkan sebagian sarjana.

“Dari total lulusan sarjana itu, hanya satu persen setiap tahunnya yang diterima bekerja di instansi pemerintah. Jadi, jangan bermimpi jadi PNS,” kata Jusuf Kalla usai meresmikan RS Unand Padang kala itu. (rcc/JPC)

(rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP