Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Menperin Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp 1 Triliun

| editor : 

Menperin saat meresmikan pabrik parmasi di Cikarang, Bekasi.

Menperin saat meresmikan pabrik parmasi di Cikarang, Bekasi. (Ist for Jawapos.com)

JawaPos.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/11). PT Ethica merupakan perusahaan farmasi dari joint venture antara Fresenius Kabi AG Jerman dan PT SOHO Global Health Indonesia.

Menurut Airlangga, pihaknya tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

“Pemerintah telah menyediakan beberapa insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangannya.

Dengan fasilitas pengurangan pajak tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku industri farmasi yang akan mengembangkan pabrik bahan baku farmasi di Indonesia sehingga memacu daya saing. Kemenperin juga fokus melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Pabrik yang menghabiskan dana mencapai Rp 1 triliun ini berdiri di lahan seluas 4,3 hektar dan akan memproduksi obat injeksi. Produk obat injeksi yang dihasilkan dari pabrik ini, ditujukan terutama untuk mendukung program nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ke depan pabrik yang menyerap tenaga kerja sebanyak 230 orang, juga diperuntukkan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi farmasi produk-produk obat injeksi untuk pasar Asia, Australia, dan Eropa.

Semua pengembangan produk di pabrik ini dilakukan oleh anak bangsa sebagai sumber daya unggulan, sebagai upaya meningkatkan kemampuan sumber daya lokal melalui transfer pengetahuan dan teknologi dari global ke lokal.

Keberadaan pabrik ini juga merupakan bukti kemudahan berinvestasi di Indonesia dan sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6/2016 mengenai Percepatan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

(yuz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP