Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Sebut Demokrat Krisis Kader, Hasto: SBY Mainkan Politik Outsourcing

| editor : 

Hasto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (JawaPos.com)

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluhkan manuver politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya, banyak kader PDIP muda yang potensial ‘lompat pagar’ ke Demokrat. 

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (23/11)

Menurut Hasto, SBY telah berhasil merayu kader partai berlogo banteng yang juga Bupati Trenggalek Emil Dardak untuk maju menjadi cawagub Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018 mendatang.

SBY dan Megawati

SBY saat bertemu Megawati di Istana Presiden (Biro pers setpres)

Dijelaskannya, Emil Dardak yang tergiur jalan kekuasan dan loncat pagar meninggalkan harapan dan mimpi rakyat Trenggalek. Hal ini terjadi setelah SBY selaku Ketum Partai Demokrat menjalankan strategi outsourcing, mungkin karena krisis kader muda di Partai Demokrat.

“SBY memang ahli dalam‎ strategi, dan menggaet Emil Dardak adalah pilihan jalan pintas untuk merekrut menjadi calon pemenang di Jawa Tumur,” paparnya. 

Menurut Hasto, Demokrat sepertinya sedang mengalami krisis kader, terutama untuk menghasilkan kepemimpinan muda. Sebab, banyak kader partai berlambang bintang mercy yang tersangkut berbagai persoalan korupsi seperti yang dialami oleh Andi Malarangeng, Nazaruddin, Choel Malarangeng, hingga Anas Urbaningrum.

Ia mengingatkan, dalam karakter partai elektoral macam Demokrat, strategi outsourcing yang diterapkan oleh SBY memang sah-sah saja. Adapun strategi yang berbeda justru ditunjukkan oleh PDIP yang memilih dan berkomitmen membangun sekolah partai, sekolah kader, dan melakukan pendidikan politik secara berjenjang sebagai proses kaderisasi sistemik yang dibangun di PDIP.

"Partai tidak pernah terpancing dengan jurus Pak SBY karena kami percaya pada mekanisme kaderisasi partai," katanya

Berpindahnya Emil Dardak untuk jabatan lebih tinggi, menurut Hasto, tidak akan mengurangi semangat politik terbuka bagi PDIP terhadap hadirnya tunas-tunas baru yang memiliki visi kepemimpinan untuk bangsa dan negara. 

"Emil adalah gambaran sedikit dari orang muda yang memilih loncatan politik, meski baru menjabat 2 tahun menjabat bupati," tegasnya.‎

Sebelumnya, PDIP telah mencalonkan salah satu kadernya Azwar Anas sebagai cawagub untuk mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Pilgub Jawa Timur.

Tapi secara tiba-tiba Partai Demokrat dan Partai Golkar mengusung Emil Dardak menjadi cawagub mendampingi Khofifah Indar Parawansa di hajatan terbesar di Jawa Timur 2018 nanti.

(cr2/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP