Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Sukses Kampung Tematik Kota Malang Jadi Referensi Jaringan Kota Pusaka

| editor : 

Moch Anton dalam Temu Jaringan Kota Pusaka Indonesia

JADI REFERENSI: Wali Kota Malang Moch Anton (dua dari kiri) memaparkan Kota Malang dalam Temu Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara, Senin (20/11). (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang for JawaPos.com)

JawaPos.com - Temu Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara menjadi arena promo keberhasilan Kota Malang. Dalam kegiatan yang berlangsung 19-21 November 2017 itu turut mengembangkan kampung kampung tematik kota di bawah kepemimpinan wali kota Moch Anton.

Selain mendapat gelar Best Practice atas penataan kampung yang dipandang menginspirasi, Kota Malang menjadi satu di antara 66 kota/kabupaten di Indonesia yang masuk dalam jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Wahyuning mengatakan, Kota Malang menjadi bagian dari JKPI karena dinilai sarat akan unsur sejarah. Bahkan, sampai kini Kota Malang lebih terkenal dengan wisata heritage.

Hal itu menjadi daya tarik para wisatawan mancanegara. Salah satu titiknya seperti di kawasan Kayu Tangan dan Jalan Ijen. Moch Anton yang hadir ke Bau Bau mengatakan, penataan kampung tidak hanya ditumpukan pada perubahan secara fisik saja. Namun juga harus berorientasi pada perubahan pola sikap, pola tindak, dan pola pikir, serta menguatkan kearifan budaya lokal masyarakat setempat.

''Itulah makna tematik yang dikembangkan di Kota Malang. Selain itu juga dipadukuatkan dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya,'' terang Anton. Keberhasilan kampung tematik di Kota Malang tidak jarang menjadi inspirasi daerah lain.

Anton mengungkapkan, keingintahuan kota/kabupaten lain terhadap perkembangan Kota Malang, menjadi gambaran bahwa langkah program yang selama ini dilakukan telah membuahkan hasil.

''Khususnya pola pembangunan yang berangkat dari partisipatori kuat warga dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi serta swasta (pengusaha, Red),'' lanjutnya.

Dalam acara itu, Anton turut disuguhi festival Budaya Bau Bau. Wali Kota Bau Bau Dr H A.S. Thamrin MH menjelaskan, festival budaya Bau Bau merupakan napak tilas perjalanan Arung Palakka dari tanah Bone menuju tanah Buton.

Ada sebuah janji yang terpatri pada semboyan Bone Ri Lau Buton Ri Raja. Yakni Bone adalah Buton di Barat dan Buton adalah Bone di Timur. ''Ini menjadi spirit perekat antara kota Bau Bau dan Kabupaten Bone untuk pelestarian budaya dan memajukan budaya secara bersama,'' ujar Thamrin.

(fis/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP