Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Selama 120 Menit Sedikitnya Tiga Kali Gempa Guncang Nias Utara

| editor : 

Pusat gempa

TERASA: Pusat gempa di Nias Utara. (Repro BMKG: Budi Warsito/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Nias Utara pada Selasa (21/11) pagi. Dalam kurun waktu dua jam terasa gempa bumi terjadi sedikitnya sampai tiga kali.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Syahnan mengatakan, gempa pertama terjadi pada pukul 06.41 WIB dengan kekuatan magnitude 5.0 SR. Detail lokasi pada koordinat 1.52 Lintang Utara, 97.13 Bujur Timur. Tepatnya sejauh 37 km Barat Laut Nias Utara, Sumatera Utara dari kedalaman 18 kilometer.

Gempa kedua terjadi pukul 06.52 WIB dengan kekuatan magnitude 4.0 SR. Lokasinya bergeser di 1.76 Lintang Utara, 97.17 Bujur Timur. Lokasinya sejauh 55 kilometer Barat Laut, Nias Utara di kedalaman 10 Km.

Pusat gempa

Episentrum di Nias Utara (Repro BMKG: Budi Warsito/JawaPos.com)

''Gempa ketiga terjadi pukul 08.53 dengan kekuatan magnitude 3.7 SR. Lokasi 1.42 Lintang Utara, 96.86 Bujur Timur atau 60 km Barat Laut Nias Utara di kedalaman 13 kilometer,'' urai Syahnan, dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Selasa (21/11).

Syahnan menjelaskan, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di sejumlah daerah. Di antaranya, Nias, Sinabang, dan Singkil dalam skala intensitas I-II SIG-BMKG (II-III MMI). Hasil laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan di Nias II SIG-BMKG (III MMI).

''Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik, dengan kombinasi geser (oblique thrust fault),'' papar Syahnan.

Pihaknya mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Nias agar tetap tenang. Syahnan berharap warga tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. ''Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,'' tegas Syahnan.

(bew/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP