Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hankam

Kronologi TNI-Polri Bebaskan 347 Sandera KKB di Papua

| editor : 

Ilustrasi TNI-Polri bebaskan sandera di Papua

Ilustrasi TNI-Polri bebaskan sandera di Papua (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Polri dan TNI telah sukses dalam operasi pembebasan 347 sandera di Distrik Tembagapura, tepatnya di kampung Utikini, Jumat 17 November 2017. Baik TNI maupun Polri telah menunjukan sikap tegas dalam memberantas kelompok bersenjata yang ingin mengacaukan Negara.

Dalam hal ini, Asops Kapolri, Irjen Mochammad Iriawan langsung memberikan penghormatan khusus kepada pasukan TNI dan Polri yang bersinergi dalam operasi pembebasan sandera tersebut.

Seluruh sandera yang sempat diisolasi selama hampir sebulan lebih akhirnya dibawa keluar dari daerah yang sempat dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata tanpa jatuh korban.

Dari kronologi yang didapat JawaPos.com, operasi pembebasan sandera ini didahului dengan diturunkannya tim TNI dan kemudian Polri yang melakukan penetrasi ke daerah musuh. Ketika tu pasukan Ambus dari TNI dan Polri telah diploting pada titik yang telah ditentukan dan merupakan daerah musuh.

"Ada dari tim TNI ada juga tim Brimob, tim ambus dari Brimob terdiri dari tim sniper dan parimeter mereka masuk kolam sekitar 03.00 WIT," ungkap salah seorang anggota Brimob yang enggan sebutkan nama saat mendampingi Ass Ops Kapolri, Senin (20/11).

Dia mengatakan, waktu dimulainya penyerangan atau tanda penyerangan dimulai pagi sekali. "Penyerangan dimulai jam 07.00 WIT, dengan kode tembakan Mortir dari TNI dan Kastior dari Brimob ke beberapa titik pos tinjau KKB. Setelah itu disambung tembakan tim sniper Resimen dan timsus Papua," ungkap prajurit Brimob itu.

Usai tembakan dari pasukan di lapangan dilakukan, tim dari Brimob yang sebagian ditunjuk sebagai tim penetralisir diploting menjadi tiga tim langsung masuk ke jalur yang telah ditentukan.

"Kami dari Brimob yang ditunjuk sebagai tim penetralisir diploting menjadi tiga tim, kemudian kami masuk melalui jalur tengah (jalan utama) menuju Utikini, Kimbely dan Banti, dengan komposisi, mobil rantis dua di depan, dua alat berat untuk perbaiki jalan yang longsor dan jalan yang sengaja dirusak oleh KKB,” papar dia.

Lalu ada mobil eskor, kemudian ada 12 bus armour untuk mengevakuasi masyarakat. Tiga bus terdepan diisi prajurit dari Brimob Kalteng, Papua dan Resimen.

Setelah seluruh pasukan TNI-Polri berhasil memukul mundur KKB, pasukan gabungan mengamankan daerah dan membuat parimeter setelah sampai di desa pertama Utikini. Selanjutnya pasukan Brimob mengamankan desa ke 2 yaitu Kimbely. Kemudian pasukan Brimob Polda Papua mendapat plotingan mengamankan daerah Banti dan sekitarnya.

"Jam 09.00 WIT tim penetralisir dan evakuasi berjalan menuju Utikini, selesai Utikini sudah dikuasai Brimob Kalteng, kami lanjut ke Kimbely, selesai resimen menguasai kampung itu. Dilanjut Banti yang dikuasai Brimob Papua. Selesai semuanya parimeter terpasang rapi. Sekitar jam 11.00 WIT evakuasi masyarakat berlangsung," ungkapnya.

Ketika itu para pimpinan Polri dan TNI berada di mobil rantis dan ikut dalam evakuasi masyarakat.

Menurutnya, dalam operasi pembebasan sandera itu sempat terjadi kontak tembak yang terjadi di sekitar Kimbely dan Utikini. Ketika itu posisi tembakan dari KKB berada sebelah kanan bukit. Sedangkan bukit sebelah kiri sudah dikuasai oleh tim Ambus.

Masyarakat yang menjadi korban sandera kemudian berhasil dievakuasi ke Tembagapura. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.00 WIT.

(elf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP