Senin, 11 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Konstruksi Berubah, Investasi Proyek LRT Membengkak Jadi Rp 31 Triliun

| editor : 

Ilustrasi kereta Light Transit Rapid (LTR)

Ilustrasi kereta Light Transit Rapid (LTR) (Istimewa)

JawaPos.com - Pembiayaan proyek kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terus digodok. Investasi mega proyek yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 26,7 triliun mengalami pembengkakan.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan menyebut nilai investasi proyek LRT meningkat menjadi Rp 31 triliun. "Investasi (membengkak) jadi Rp 31 triliun," ujar Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (20/11) malam.

Luhut menjelaskan, perubahan nilai investasi itu dilakukan karena adanya perubahan konstruksi. Sehingga, biaya yang dibutuhkan jadi ikut membengkak.

"Perubahan dari fixed block menjadi moving block, tapi dari perubahan itu penumpang jadi tambah dari 260 ribu menjadi sekitar 430 ribu," tuturnya.

Sementara itu, skema pembiayaan proyek LRT juga masih dibahas dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait.

Meski demikian, mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) itu tetap menjamin komitmen perbankan dalam memberi pinjaman sebesar Rp 4 triliun untuk proyek LRT. Adapun perbankan yang berkomitmen tersebut adalah Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, CIMB Niaga.

"Iya itu yang tadi kita lagi sesuaikan angkanya, perbankan itu seperti CIMB Niaga dia mau Rp 4 triliun," tandasnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP