Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Berkomplotan Dengan WNA, Pengedar Narkoba Jaringan Internasional Tewas

| editor : 

narkoba, pengedar sabu-sabu

Aparat kepolisian membeberkan aksi peredaran narkoba jaringan internasional. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang pengedar narkoba jaringan internasional tersungkur saat akan diringkus aparat kepolisian dair Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Selama beraksi dia berkomplotan dengan warga negara (WN) Taiwan) berinisial LEK dan YCY. Dari tangan tersangka yang masih hidup petugas berhasil menyita barang bukti berupa berupa sabu seberat 10, 191 gram.

"Kami lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap LW. Namun pada saat akan dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan pelaku meninggal dunia," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (20/11).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga terkait sering terjadinya jual-beli narkoba di wilayah Pramuka, Jakarta Timur. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus seorang pengedar, yakni Y alias LW di parkiran mobil Tower Bougenville Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat pada Kamis, (16/11).

Dari tangannya polisi berhasil menyita barang bukti sabu sebanyak 3,06 gram yang dibungkus alumunium foil dan dibagi menjadi tiga. Kemudian dari pengakuan LW, dia mengaku mendapat barang haram itu dari dua orang WN Taiwan, LEK dan YCY.

Tak perlu waktu lama, polisi kemudian meringkus kedua WNA Taiwan itu di depan Green Pramuka Square, Jakarta Pusat. Namun dari tangan mereka tidak ditemukan barang haram tersebut. Lantas polisi meminta mereka menunjukkan tempat sabu itu disimpan sebelum dijual. Mereka pun mengaku menyimpannya di apartemen Apartemen Green Pramuka City tower Chrysant Tower 16.

"Di dalam kamar, ditemukan barang bukti tujuh bungkus alumunium foil berisi sabu dengan berat brutto seluruhnya 7,1 gram dan peralatan untuk membungkus sabu," ungkap Suwondo

Dari pemeriksaan, kedua WNA itu mengaku mendapatkan narkoba itu dari seseorang dengan pangilan Keke yang saat ini masih pengejaran polisi. "LEK dan YCY ini menerima narkotika jenis sabu dari seseorang di depan Mall Green Pramuka Square atas perintah Keke yang saat ini masih DPO," jelas Suwondo.

Tersangka LEK dan YCY pun kini sudah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dikenakan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 subsider Pasal 112 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

(cr5/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP