Sabtu, 16 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hankam

Siap Melaut, Kapal Terbesar Bakamla Amankan Perairan Tanah Air

| editor : 

Galangan kapal, Bakamla

KN Tanjung Datu setelah diluncurkan di galangan kapal PT Palindo Marine, Sagulung, Senin (20/11) (Dalil Harahap/ Batam Pos)

JawaPos.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) akan memperkuat kondisi perairan tanah air. Hal itu sejalan dengan telah selesainya produksi kapal terbesar pesanannya dari PT Palindo Marine Batam.

Kapal itu yang diberi nama kapal negara (KN) Tanjung Datu telah diluncurkan ke Laut Batam, Senin (20/11). Pada peluncuran itu turut hadir Kabiro Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakamla Laksamana Pertama TNI Eko Santoso, Presiden Direktur PT Palindo Marina Harmanto, dan Direktur PT Palindo Marine Charles Wirawan.

Direktur PT Palindo Marine Charles Wirawan menuturkan, KN Tanjung Datu ini merupakan tipe kapal patroli terbesar dan pertama yang dibangun di Indonesia.

"Dan yang membanggakan seluruh tahapan pembuatan kapal ini mulai dari desain perencanaan dan konstruksi fisik sampai instalasi sistem murni dikerjakan tenaga ahli putra putri bangsa. Pembangunan sudah hampir rampung. Tinggal menunggu proses uji coba," kata Charles seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (21/11).

Sebelum diluncurkan kapal raksasa tersebut sudah melalui visual inspection test dan witness NDT oleh Bereau Veritas antara lain radiograph test (RT) atau X-Ray terhadap hasil pengelasan yang lokasi dan jumlanya ditentukan.

KN Tanjung Datu dibangun dengan panjang keseluruhan 110 meter, lebar 15,50 meter, dan tinggi geladak utama 6,90 meter. Kapal ini ditenagai oleh dua unit mesin penggerak pokok dengan kekuatan masing 5.300 horse power (HP) dengan kecepatan maksimal 18 knot. "Kapal ini juga dilengkapi helideck untuk landasan helikopter medium dengan berat 8 ton," terang Charles.

Eko Santoso mengaku cukup puas dengan hasil kerja PT Palindo Marine. Dia berharap agar kapal tersebut bisa rampung secepatnya dengan hasil yang memuaskan.

"Kami apresiasi atas kerja keras pihak PT Palindo Marine ini. Tapi ini belum rampung karena harus melalui tahap finishing dan uji coba. Kami berharap agar semua sesuai harapan. Kami yakin PT Palindo Marine bisa diandalkan dan bisa bersaing secara nasional ataupun internasional," ujar Eko.

Eko menyebut, pengadaan kapal patroli tersebut merupakan upaya dari Bakamla untuk terus melengkapi armada kapal patroli kenegaraan milik Bakamla yang selama ini masih kurang.

"Kapal ini yang paling besar. Ini sejarah baru buat industri galangan di Indonesia. Kapal ini nantinya akan menjalankan tugas dan fungsinya menjaga keamanan laut di zone economy exclusive (ZEE) dari kapal-kapal ilegal," ujarnya.

Dia menyebut, pemberian nama KN Tanjung Datu merupakan berasal dari nama pulau yang menjadi titik poin perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Kalimantan Barat. Seperti namanya kapal ini nanti akan mengawasi wilayah perairan terluar dari aktivitas kapal-kapal ilegal.

"Selama ini sering gunakan kapal perang untuk menjalankan tugas keamanan wilayah perbatasan itu. Padahal yang dihadapi sipil, makanya perlu ada kapal patroli khusus seperti ini," tutur Eko.

(iil/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP