Kamis, 14 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pecahkan Rekor, 3 Ribu Jawara Banten Main Debus Tebas Leher

| editor : 

Ribuan pesilat melakukan atraksi debus pada acara Tapak Karuhun, di Alun-alun barat Kota Serang, Minggu (19/11).

Ribuan pesilat melakukan atraksi debus pada acara Tapak Karuhun, di Alun-alun barat Kota Serang, Minggu (19/11). (Qodrat/Radar Banten/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebanyak 3.500 pendekar, jawara, dan ulama se-Provinsi Banten, berkumpul di Alun-alun Barat, Kota Serang, Minggu (19/11). Mendadak, alun-alun kebanggan warga Banten itu menjadi lautan manusia. Mereka yang mayoritas menggunakan pakaian serba hitam mengikuti Tapak Karuhun Banten.

Selain untuk memperkuat silaturahim antara ulama, jawara, dan pendekar di wilayah Banten, kegiatan itu juga memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tapak Karuhun Banten meraih rekor MURI karena menampilkan permainan debus Al Madad dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.

Ketua pelaksana Tapak Karuhun Banten Nunung Syaifuddin mengatakan, ribuan pendekar yang hadir berasal dari berbagai paguron di Provinsi Banten di antaranya TTKDH, Terumbu, Bandrong, dan macan guling. "Jawara dan ulama yang berkumpul saat ini hanya sebagian kecil, kalau semua dikumpulkan ada 8.000 orang,” ujar Nunung kepada Radar Banten (Jawa Pos Group), Minggu (19/11).

Ribuan pesilat melakukan atraksi debus pada acara Tapak Karuhun, di Alun-alun barat Kota Serang, Minggu (19/11).

Ribuan pesilat melakukan atraksi debus pada acara Tapak Karuhun, di Alun-alun barat Kota Serang, Minggu (19/11). (Qodrat/Radar Banten/JawaPos.com)

Namun, tambahnya, meskipun yang kumpul kemarin sebagian kecil tapi kegiatan dapat meraih rekor MURI dengan penampilan permainan debus Al Madad dan tari kolosal silat. Dalam permainan debus itu, masing-masing mereka membacokkan leher dengan sebilah golok namun tidak terluka sedikitpun.

Lalu, perut mereka ditusuk dengan menggunakan paku yang ditancapkan oleh rekan mereka dan tidak ada luka. Nunung mengatakan, pendekar, jawara, dan ulama merupakan potensi luar biasa yang dimiliki Provinsi Banten. Mereka juga ikut berkontribusi menjaga dan mengamankan wilayah Provinsi Banten.

“Masyarakat Banten harus bangga karena memiliki potensi yang luar biasa ini. Sebab jawara juga sebagai garda terdepan menjaga NKRI,” tegas pria yang juga merupakan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Kata dia, semua para pendekar siap mengawal pemerintah dalam membangun dan mengawal keamanan di Provinsi Banten.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, masyarakat Banten harus bangga dengan seni budaya debus. Apalagi saat ini debus sudah mendunia. Kata dia, kegiatan Tapak Karuhun Banten sangat bagus sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan lagi seni budaya Banten. Apalagi, para pendekar merupakan pejuang, bukan hanya di Banten tapi di Indonesia.

Pria yang akrab disapa WH ini mengatakan, generasi muda saat ini juga harus mempelajari seni pencak silat. Apalagi hal itu sudah masuk dalam muatan lokal. Ia mengatakan, peraihan rekor MURI ini juga sebagai momentum bahwa jawar adan pendekar masih eksis.

“Semangat jawara itu luar biasa, tapi tetap rendah hati,” tuturnya.

(yuz/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP