Jumat, 15 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Nasib Charles Manson, Dalang Pembunuhan Masal Terkeji di AS

| editor : 

Pembunuh sadis Charles Manson

SADIS: Roman Polanski dan Sharon Tate (foto kiri). Tate adalah salah seorang korban Charles Manson. Manson saat hearing pembebasan bersyarat pada 1986. (STRINGER/AFP, AP)

JawaPos.com – Charles Manson, psikopat dalang pembunuhan yang mengguncang Amerika Serikat dan dunia pada akhir 1960-an meninggal pada usia 83. Lewat pernyataan singkat Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California, Manson disebutkan meninggal karena sebab alami pada pukul 8:13 siang Minggu waktu setempat, di sebuah rumah sakit di Kern County.

Debra Tate—saudara perempuan salah seorang korban Manson yang paling terkenal, Sharon Tate—mengatakan kepada situs web selebriti TMZ bahwa dia menerima telepon dari petugas penjara yang memberitahukan kematian Manson kepadanya.

Manson sebelumnya dipindahkan dari Penjara Negara Corcoran ke sebuah rumah sakit di kota Bakersfield, di Kern County, untuk dirawat karena penyakit yang tidak disebutkan.

Pada akhir 1960-an, Manson memimpin sekte pemujaan yang melakukan pembunuhan secara acak di lingkungan Los Angeles. Korban mereka sebagian besar berkulit putih dan aksi keji itu melepaskan gelombang kepanikan di Amerika.

Tujuan mereka adalah agar orang-orang keturunan Amerika-Afrika disalahkan. Harapannya, akan ada perang ras dan kehancuran masif di AS.

Pengikut Manson setidaknya telah melakukan sembilan pembunuhan. Dia adalah otak dari pembunuhan-pembunuhan itu, meski sama sekali tidak ikut melakukan eksekusi pembunuhan.

Dari sembilan kasus itu, pembunuhan pada tujuh orang pada 9-10 Agustus 1969 lah yang membuatnya tenar dan mendapat hukuman seumur hidup.

Pasalnya, salah seorang korbannya merupakan aktris film berusia 26 tahun Sharon Tate, istri sutradara Roman Polanski yang sedang hamil. Tate disebutkan memohon agar dia tidak dibunuh karena sedang mengandung sebelum ditikam sampai mati.

Salah seorang pengikutnya, Susan Atkins, yang membunuh Tate, kemudian meminum darah aktris itu dan menulis kata pig (babi, Red) di pintu depan rumah Tate dengan darah.

Manson, yang tidak pernah menunjukkan penyesalannya, dijatuhi hukuman mati pada tahun 1971 bersama dengan empat orang pengikutnya tersebut. Namun, hukuman itu kemudian diringankan menjadi penjara seumur hidup saat California menghapuskan hukuman mati.

Selama persidangan maratonnya, Manson yang tampil dengan jenggot, rambut panjang yang tidak dicuci, dan tato swastika di keningnya—digambarkan sebagai penyendiri yang gila narkoba dengan kekuatan persuasif yang memukau.

Dia dipenjara di California sejak tahun 1971 dan mengajukan pembebasan bersyarat 12 kali yang semuanya ditolak.

Dalam sebuah wawancara tahun 1981 yang dilakukan dari penjara, Manson mengatakan bahwa dia telah menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di penjara dan merasa berada di rumah di sana.

Manson lahir pada tanggal 12 November 1934 di Cincinnati di negara bagian Midwestern, Ohio. Ibunya masih berusia 16 tahun saat itu dan dia tumbuh tanpa mengenal ayahnya.

Setelah berulang kali tertangkap basah mencuri, saat remaja berusia 13 tahun dia ditempatkan di fasilitas pemasyarakatan remaja. Manson berkali-kali masuk keluar penjara sampai 1954.

Tahun berikutnya, Manson menikahi seorang pelayan rumah sakit bernama Rosalie Jean Willis. Namun setahun kemudian dia masuk penjara lagi karena mencuri mobil.

Saat kembali dipenjara dia mengetahui bahwa istrinya telah melahirkan seorang anak laki-laki, namun dia meminta cerai dan membawa pergi anaknya.

Pada tahun 1958, Manson menikah dengan seorang pelacur bernama Candy Stevens. Stevens menjadi istrinya sampai tahun 1963. Begitu keluar penjara, Manson melakukan perjalanan ke San Francisco dan menarik beberapa pengikut.

Mereka pecandu ganja dan sebagian besar adalah wanita yang dia sebut ”keluarga”. Komunitas tersebut awalnya nomaden. Namun lantas mendirikan basis di sebuah peternakan di Death Valley California. ”Keluarga” tersebut tinggal di pinggir kota dan Manson memiliki setidaknya satu anak dengan salah satu pengikutnya.

Manson terobsesi dengan Beatles dan memeluk filosofi yang berdasar syair-syair band ternama itu. Dia pun mulai menggambarkan dirinya sebagai reinkarnasi Yesus Kristus dan merancang serangkaian pembunuhan untuk memicu perang ras yang dijuluki Helter Skelter. Itu adalah istilah yang diambil dari lagu Beatles.(*)

(tia/CNN/AFP/USA today/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP