Minggu, 17 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Menperin Dorong Investasi SCG Senilai 600 Juta Dollar

| editor : 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Board of Director SCG Petrochemical di Bangkok, Jumat (17/11).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Board of Director SCG Petrochemical di Bangkok, Jumat (17/11). (Ist for Jawapos.com)

JawaPos.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong realisiasi investasi dari manufaktur besar Thailand, Siam Cement Group (SCG). Saat ini SGC berencana membangun fasilitas produksi naphtha cracker senilai USD600 juta di Cilegon, Banten.

Airlangga mengatakan, pihaknya berharap keberadaan pabrik tersebut akan memenuhi kebutuhan bahan baku dalam negeri, sehingga dapat mengurangi impor. “Kami berharap investasi ini bisa segera terwujud, mengingat pentingnya bagi penguatan industri kimia di Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/11).

Airlangga menyampaikan itu setelah menghadiri pertemuan dengan CEO SCG Roongote Rangsiyopash dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Bangkok, Thailand, Jumat (17/11). Dia didampingi Wakil Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Toferry Primanda Soetikno, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan, dan Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono.

Dia menegaskan, pemerintah siap memfasilitasi upaya percepatan para pelaku industri yang ingin berekspansi atau menanamkan modalnya di Indoneis. Seperti investor akan mendapat kemudahan perizinan apabila membangun pabrik di kawasan industri.

“Kalau ingin cepat, sebaiknya investasi dilakukan di kawasan industri karena semua perizinan, rantai pasok, dan infrastruktur penunjang sudah disiapkan di sana,” tuturnya.

Pemerintah, tambah dia, berkomitmen terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, salah satunya melalui peneribitan sejumlah paket kebijakan ekonomi. Seperti untuk mendukung pembangunan industri petrokimia di Indonesia, Kemenperin akan memfasilitasi perusahaan memperoleh insentif fiskal seperti tax allowance atau tax holiday.

Di samping itu, agar lebih berdaya saing, Kemenperin telah mengusulkan industri petrokimia perlu mendapatkan penurunan harga gas karena sebagai sektor pengguna gas terbesar dalam proses produksinya.

Saat ini, Kemenperin memfokuskan industri petrokimia sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan pembangunannya di dalam negeri karena berperan penting sebagai pemasok bahan baku bagi banyak manufaktur hilir seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetika hingga farmasi.

Lebih lanjut, Airlangga memberikan apresiasi kepada SCG yang sudah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung lebih dari 8000 orang.

Di Indonesia, SCG memiliki tiga lini bisnis, yaitu kimia, material bangunan semen (CBM), dan pengemasan. Pangsa pasar CBM sebesar 56 persen, kimia 42 persen, dan pengemasan dua persen. Total nilai investasi SCG di Indonesia sebesar USD1,4 miliar hingga akhir 2016 atau sekitar Rp18,9 triliun.

(yuz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP