Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Ngeri, 2016 Kasus Kekerasan Jurnalisme Tertinggi dalam Satu Dekade

| editor : 

Aliansi Jurnalis Indonesia

DASAWARSA: Ketua AJI Indonesia Suwarjono (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media terkait event kongres X AJI dan festival media yang digelar menjelang akhir November 2017. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengungkapkan bahwa jumlah kekerasan terhadap jurnalisme terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan selama 2016, kasus kekerasan terhadap jurnalis menjadi yang paling tinggi dalam 10 tahun terakhir. Selama itu jumlah kasus mencapai 78 kejadian yang terlaporkan se-Indonesia. Ironisnya, dari banyaknya jumlah kasus tersebut, hanya satu kasus saja yang diproses yakni kasus kekerasan jurnalis yang terjadi di Medan yang melibatkan TNI AU.

Demikian seperti disampaikan Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono di sela-sela persiapan Kongres X AJI di The Sunan Hotel, Solo. Meningkatnya jumlah kekerasan terhadap wartawan itu salah satunya karena tidak adanya ketegasan dalam memprosesnya.

"Sehingga, kasus itu masih terus terjadi dan setiap tahunnya terus bertambah," terang Suwarjono pada Selasa (14/11) kepada JawaPos.com.

Dia mengungkapkan selama ini belum ada perbaikan dalam hal penanganan kasus. Rata-rata kasus kekerasan yang terjadi hanya terhenti pada proses pelaporan. "Kasus itu tidak berlanjut pada prose hukum," katanya. Seharusnya harus ada sikap tegas dari jurnalis maupun media untuk menuntaskan kasus kekerasan ini. Agar ke depannya kasus serupa tidak akan terjadi.

"Tapi kadang juga kasus ini berhenti dengan proses mediasi. Pelaku cukup dengan meminta maaf saja dan kasus otomatis terhenti. Kalau tidak, ya petinggi dari media sudah bermediasi dengan pihak yang bermasalah dengan begini kan otomatis jurnalis juga mengikuti," ungkit Suwarjono.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis tersebut nantinya akan menjadi salah satu tema yang diangkat dalam festival media yang diadakan AJI pada 23–24 November mendatang. Diharapkan dengan tema itu, kasus kekerasan terhadap jurnalis bisa berkurang.

(apl/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP