Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Insiden Penembakkan Mematikan Kembali Terjadi di AS

| editor : 

Penembakkan California

SADIS: Tim penyelidik melakukan pemeriksaan di sekolah yang didatangi pelaku penembakkan di Rancho Tehama, California. (Elijah Nouvelage/AFP)

JawaPos.com – Insiden penembakkan kembali terjadi di Amerika Serikat. Empat orang tewas dan hampir selusin terluka, termasuk dua anak, ketika seorang pria bersenjata mengamuk pada Selasa (14/11) pukul 08.00 waktu setempat.

Pelaku secara acak memilih targetnya di sebuah sekolah dan lokasi lainnya di daerah pedesaan Rancho Tehama, di utara California. Asisten Perekonomian Rancho Tehama, Phil Johnston mengatakan kepada wartawan bahwa penyerang tersebut dibunuh oleh polisi setelah penembakan masal tersebut.

Pelaku memulai aksi sadisnya di sebuah rumah di Rancho Tehama Reserve dan dilanjutkan di beberapa lokasi publik, termasuk di sekolah dasar sekolah. Polisi mengidentifikasi pria bersenjata tersebut sebagai Kevin Hanson Neal (43). Johnston mengatakan motifnya mungkin balas dendam kepada tetangga.

Neal ditangkap pada Januari karena menikam seorang perempuan. Dia kemudian mendapat perintah untuk menjauhi perempuan itu. Neal sendiri dibebaskan dengan jaminan USD 160.000 setelah penangkapan itu. Malangnya, perempuan yang ditusuk Neil itu terbunuh oleh tembakkan pelaku.

”Sangat jelas sejak awal bahwa kami memiliki individu yang secara acak memilih target,” kata Johnston pada sebuah konferensi pers. ”Orang ini sangat, sangat bertekad untuk menyelesaikan apa yang harus dia lakukan.”

Dia mengatakan satu anak tertembak dan terluka di sekolah tersebut. Yang lainnya menderita luka saat mengendarai mobil dengan ibunya yang terluka parah. Berdasarkan Media Redding Record Searchlight, korban merupakan seorang anak berusia enam tahun yang menderita dua luka tembak dan satu anak lagi tertembak di kaki.

Johnston mengatakan pelaku melakukan penembakan setelah mencuri kendaraan tetangga. Dia kemudian mencoba masuk ke sekolah. Namun, tidak berhasil karena pintu utama terkunci.

Tersangka yang mengenakan rompi bergaya militer kemudian meninggalkan sekolah. ”Dia kemudian mengamuk dan menabrak kendaraan lain. Dia kemudian turun dan mencuri kendaraan kedua dan tewas dalam baku tembak dengan polisi,” sambungnya.

Seorang saksi mata, warga Tehama, Salvador Tello, menggambarkan bahwa pria tersebut melepaskan tembakan dan seorang perempuan tergeletak. ”Saya melihat peluru menembus truk di depan mobil kami. Kami langsung merunduk dan cepat memundurkan kendaraan,” kata Tello kepada media Redding Record Searchlight. Tello saat itu hendak mengantarkan tiga anaknya sekolah.

”Ketika dia pergi, saya melihat seorang perempuan tergeletak mati di jalan dan dia juga melukai lelaki yang mungkin suami perempuan itu,” sambungnya.

Seorang saksi lainnya, Casey Burnett, mengatakan bahwa orang bersenjata itu mengemudi dan menembak secara acak dari mobilnya. Sementara, Brian Flint, yang merupakan tetangga pelaku mengatakan kepada media setempat bahwa teman sekamarnya telah ditembak dan dibunuh oleh pria bersenjata tersebut.

Penembakan tersebut bertepatan dengan serentetan debat yang terus berlangsung lama mengenai epidemi kekerasan senjata Amerika dan akses senjata bertenaga tinggi. Penembakkan ini juga terjadi kurang dari 10 hari setelah seorang pria bersenjata menembak mati 26 orang di sebuah gereja di Texas.

Johnston mengatakan kepada wartawan bahwa tiga senjata—senapan semi otomatis dan dua pistol—telah ditemukan dari tempat kejadian.

Jason Wandel, kepala divisi pengacara di kantor lapangan FBI Sacramento mengatakan kepada AFP bahwa agen telah dikirim untuk membantu penyelidikan tersebut.(*)

(tia/AFP/USA today/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP