Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Setya Novanto Dinilai Semakin Gaduh, Presiden Diminta Bersikap

| editor : 

Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Kegaduhan yang dilakukan Setya Novanto termasuk kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi menurut inisiator GMPG Ahmad Doli Kurnia semakin eskalatif. Bahkan nama Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla pun ditarik dalam permasalahan penetapannya sebagai tersangka di korupsi e-KTP.

Adapun nama presiden dan wakilnya muncul dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang mendapat cerita dari Novanto. "Apa yang dilakukan oleh SN sudah mengarah kepada menjatuhkan wibawa negara," tegas Doli melalui pesan singkat, Rabu (15/11).

Oleh karena itu ia berpendapat, untuk menghentikan semua kegaduhan yang bisa melebar dan menyasar ke semua pihak, baik individu maupun institusi, Jokowi perlu mengambil sikap.

"Maka sudah saatnya Bapak Presiden mengambil sikap dan tindakan yang lebih tegas demi menjaga wibawa negara dan tegaknya supremasi hukum di Indonesia," pinta Doli.

Dikatakan Fahri sebelumnya, ada pihak-pihak yang memaksakan supaya Novanto dijadikan tersangka. "Dan itu yang saya denger 'nggak bisa, Novanto harus masuk' gitu ngomongnya. Dia keliling ke mana-mana," ujar Fahri enggan menyebutkan oknum yang dimaksud saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11).

Bahkan kata dia, ada yang mengatakan bahwa 'pesanan' itu datang langsung dari Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla. "Malah ada yang ngomong ke Novanto ini permintaan presiden, permintaan wakil presiden, ada yang ngomong gitu ke Novanto," ungkap dia.

Adapun informasi tersebut didapatkan Fahri langsung dari pembicaraannya dengan Novanto. "Iya dia cerita ke saya, mungkin dia enggak mau cerita ke orang lain," ucapnya seraya tertawa. 

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP