Kamis, 23 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Di Depan Mahasiswa, Susi Ungkap Fakta Mengejutkan soal Pencurian Ikan

| editor : 

Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (Dok.Jawapos)

JawaPos.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memerangi penangkapan ikan secara ilegal di perairan Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mencegah bahkan menenggelamkan kapal asing yang melakukan illegal fishing. Susi mengatakan, ribuan kapal asing yang melakukan illegal fishing itu ternyata bahan bakarnya berasal dari subsidi Indonesia.

"Mereka mencuri ikan di laut kita. Mereka tidak sadar bahan bakarnya sudah disubsidi Indonesia," kata Susi usai memberikan kuliah umum di kampus Universitas Pasundan, Bandung, Selasa (14/11), dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup).

Mengantisipasi timbulnya pencurian ikan di perairan Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) berinisiatif mengundang beberapa Duta Besar (Dubes) seperti Thailand, Vietnam, China, Philpina, Australia, dan Malaysia.

"Saya juga tahu illegal fishing ini melibatkan beberapa negara. Saya undang mereka (Dubes, Red) makan siang," ungkap Susi.

Susi menerangkan, dalam pertemuan itu, Indonesia yang memiliki wilayah perairan nomor dua terbesar di dunia namun ekspor ikan dan jumlah nelayannya setiap tahun semakin menurun.

Dia menegaskan, penakapan ikan secara ilegal termasuk tindak pidana pencurian, bukannya kerja sama hubungan bilateral antarnegara.

"Anda tahu Syria yang penduduknya sedikit tapi mereka memiliki nilai ekspor ikan yang tinggi. Kalau terjadi pencurian ikan di Indonesia maka kami akan menjadi negara yang gagal. Pencurian ikan bukan kerja sama antarnegara tapi kriminal," tegas Susi.

Menteri asal Pangandaran, Jawa Barat ini juga membuktikan berdasarkan foto-foto satelit sebelum Desember 2014 betapa ramainya perairan Indonesia yang dipenuhi kapal-kapal asing, seperti laut Jawa dan Papua.

Dia juga mengimbau kepada kapal-kapal asing melalui duta besar negara-negara tersebut untuk memajukan perekonomian kemaritiman, dengan tidak melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

"Saya minta kerja sama mereka untuk memajukan Indonesia dengan menghentikan illegal fishing. Jika tidak mau, mereka harus berhadapan dengan saya," pungkasnya.

(mam/jpg/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP