Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Perawat Wajib Menari dan Berbaju Seksi

| editor : 

Perawat Korea dipaksa menari seksi.

TEGA: Salah satu screenshoot video yang menampilkan para perawat menari dalam acara RS. (hk01)

JawaPos.com - Perawat di Hallym University Sacred Heart Hospital di Anyang, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan (Korsel), memiliki tugas ganda. Mereka tidak hanya dipekerjakan untuk merawat pasien, tapi juga dipaksa menjadi penari seksi untuk acara rumah sakit. Sumber internal rumah sakit mengungkap hal tersebut ke dunia maya. Kini Kementerian Buruh dan Ketenagakerjaan tengah menyelidiki hal tersebut.

Para perawat itu disuruh menari di hadapan sekitar seribu orang sejawat, staf, serta para petinggi rumah sakit dalam acara kompetisi olahraga tahunan rumah sakit. Yang menjadi masalah, mereka diminta memakai baju terbuka dan melakukan gerakan sensual.

Salah satu bajunya adalah celana pendek dan atasan yang menunjukkan belahan dada. Acara berlangsung Oktober lalu, tapi baru diunggah beberapa hari terakhir. Video tarian tersebut kini beredar luas.

’’Selama latihan, para manajer di Departemen Perawat akan memberikan instruksi agar membuat gerakan dan mimik wajah yang menggoda,’’ ujar si perawat yang mengunggah video itu. Latihan dilakukan sebulan sebelum acara berlangsung setelah para perawat tersebut selesai bekerja.

Mereka yang dipaksa menari itu biasanya merupakan perawat baru. Karena itu, mereka tidak bisa menolak perintah dari atasannya.

Pelecehan tersebut tidak hanya terjadi dalam acara tahunan itu, tapi juga hampir sepanjang tahun. Para perawat diminta membuat pasien nyaman dengan cara yang tidak wajar. ’’Kami harus berbaring di lantai dan membuka kaki kami di depan para pasien dan orang-orang yang menjaganya,’’ ungkap sumber tersebut, yang juga mengaku sebagai perawat.

Perawat yang lain mengungkap bahwa beberapa rekannya menangis karena diperlakukan begitu, tapi para pejabat rumah sakit mengabaikan. Karena itu, mereka benar-benar kecewa saat petinggi rumah sakit mengaku tak tahu-menahu setelah kasus tersebut mencuat ke publik.

Hallym University Sacred Heart Hospital hanyalah salah satu rumah sakit yang dikelola Il-song Foundation. Lembaga tersebut memiliki 3 universitas dan 7 rumah sakit yang tersebar di Korsel. Rumah sakit lainnya, Kangdong Sacred Heart Hospital di Gil-dong kini juga diselidiki karena tidak membayar uang lembur pegawai. (*)

(Korea Times/Korea Herald/sha/c19/any)

Sponsored Content

loading...
 TOP