Sabtu, 25 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pemilihan

Puskopi Sebut Parpol Pendukung Karolin Bisa Tak Laku di Pemilu 2019

| editor : 

Karolin

Kandicat Cagub Kalimantan Barat (Kalbar) Karolin Margareth (JawaPos.com)

JawaPos.com - Jelang Pemilihan gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), nama Karolin Natasya yang cukup populer di masyarakat karena pernah terseret kasus video porno, kini kembali jadi pembicaraan masyarakat.

Kali ini karena pencalonan Karolin dinilai sebagaian masyarakat sebagai politik 'dinasti' pada Pilgub 2018 sehubungan majunya putri Gubernur Kalbar itu.

Menurut Pusat Kajian Opini Publik Indonesia (Puskopi) dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com menyebutkan, Karolin yang menang menjadi Bupati Kabupaten Landak saat melawan kotak kosong, mendapat penolakan sekitar 90,6 persen responden.

“Selain soal politiik dinasti. Masyarakat juga beropini, majunya Karolin tidak akan banyak membawa perubahan bagi Kalbar jika terpilih,” ujar Direktur Eksekutive Puskopi, Andri Gunawan, Selasa (14/11).

Terkait dukungan Partai Gerindra pada Karolin, maka hampir 89,7 persen masyarakat berpendapat partai besutan Prabowo itu dianggap sudah salah usung, dan akan membuat pemilih Partai Gerindra dan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 lalu kecewa dan tidak akan memilih Gerindra dan Prabowo Subianto jika maju dalam pilpres 2019 nanti.

"Alasannya, suara yang sudah mereka berikan ke Gerindra pada tahun 2014, akan diberikan ke Karolin yang merupakan bukan kader Partai Gerindra. Masyarakat juga beropini, Gerindra seakan sudah dijual dalam Pilgub Kalbar ini," ujar Andri.

Dari penelitian ini lanjutnya, juga dapat disimpulkan Parpol yang mencoba mengusung dan mendukung program politik dinasti akan dihabisi suaranya di pileg 2019. "Dan capres nya di Pilpres 2019," paparnya.

Untuk diketahui, penelitian ini mengunakan cara survei jajak pendapa yang melibatkan masyarakat Kalimantan Barat sebanyak 1.815 orang, denga metode pemilihan masyarakat yang dilibatkan adalah Multitage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekedar -/+ 2,3 persen.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP