Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Sex

Harus Tahu! 8 Tanda Hormon Kejantanan Pria Mulai Loyo

| editor : 

Ilustrasi Suami Istri

Ilustrasi Suami-istri. Hormon testosteron memiliki peranan penting dalam kehidupan seks pasangan suami-istri. (AFP)

JawaPos.com - Hormon testosteron adalah lambang kejantanan dan kekuatan bagi para pria. Testosteron merupakan hormon anabolic dan memberikan pengaruh utama pada seks manusia untuk mengendalukan hasrat dan fungsi seksual, hipertrofi otot, perlindungan terhadap osteoporosis, dan juga pertumbuhan rambut.

Pada pria, hormon biasanya dihasilkan 10 kali lebih banyak daripada perempuan, meski secara fungsional keberadaan hormon tersebut memiliki peran yang sama. Namun, pada usia 40 tahun hormon testosteron pria akan mulai menurun secara perlahan.

"Kini dengan ilmu kedokteran anti-aging lewat terapi hormon testosteron, kesehatan jantung dan otak, serta pembuluh darah pria dapat dimaksimalkan, bahkan memiliki otot yang kuat dan ereksi yang optimal," kata Pakar dan Ahli Anti-Aging dr Deby Vinsky MScAA PhD dalam bukunya The Power of A Man yang baru diluncurkan baru-baru ini.

Menurut Deby, hormon testosteron merupakan androgen utama yang diproduksi di Mr P dan kemudian melalui pembuluh darah menyebar ke target organ.

Peranan testosteron ini tak hanya berfungsi mengatur keinginan seks dan ereksi serta reproduksi pria, tapi juga berperan pada banyak organ tubuh. Di antaranya seperti otak, tulang, lemak, otot, dan sistem imun seseorang. Deby menjelaskan ada delapan tanda-tanda penurunan produksi hormon testosteron pada pria. Berikut penjelasannya:


1. Rendahnya Gairah Seks

Testosteron berperan dalam mengatur libido seorang pria. Seiring bertambahmya usia kebanyakan pria akan mengalami penurunan lebih drastis terhadap gairah seks dan sulit orgasme.

2. Kesulitan Ereksi

Hormon testosteron juga membantu pria mencapai ereksi. Testosteron sendiri tak menyebabkan pria ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak untuk memproduksi oksida nitrat-sebuah molekul yang memicu ereksi. Rendahnya testosteron terkait dengan banyak kondisi yang menyebabkan disfungsi ereksi termasuk obesitas dan diabetes aterosklerosis.

3. Rendahnya Cairan Semen

Testosteron berperan juga dalam produksi cairan semen yang membantu perkembangan sperma. Pria dengan testosteron rendah akan melihat penurunan jumlah spermanya ketika ejakulasi.

4. Rambut Rontok

Produksi rambut dipengaruhi juga oleh hormkn testosteron. Kebotakan memang suatu hal yang alami ketika pria bertambah tua, tetapi pria dengan testosteron rendah dapat mengalami kerontokan rambut lebih cepat sebelum usianya.

5. Mudah Lelah

Pria dengan hormon testosteron yang rendah cenderung mudah lelah dan kurang berenergi dalam aktivitas sehari-hari. Kehilangan massa otot karena testosteron juga memiliki peran dalam pembangunan dan penguatan otot. Pria dengan testosteron rendah dapat mengalami penurunan massa otot dan kekuatan terutama di tangan, kaki, dan dada.

6. Kegemukan

Pria dengan testosteron rendah akan mengalami peningkatan lemak tubuh. Meskipun alasan di balik ini kurang begitu jelas, penelitian telah menunjukkan gen yang mengatur presentase lemak tubuh juga bertanggung jawab untuk tingkat sirkulasi testosteron pada pria.

7. Penurunan Massa Tulang

Melemahnya tulang atau yang sering disebut dengan osteoporosis dianggap sebagai kondisi yang terjadi hanya pada wanita saja. Pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami pengeroposan tulang karena produksi testosteron dapat membantu penguatan tulang.

8. Mood Tak Stabil

Pria dengan kadar testosteron rendah juga dapat mengalami gejala yang sama. Testosteron sering digambarkan sebagai 'bahan bakar' pada pria yang dapat meningkatkan suasana hati dan kapasitas mental. Pria dengan kadar testosteron rendah lebih depresi, lekas marah, dan sulit fokus.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP