Senin, 20 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Event

Membangkitkan Balet Lewat Pewayangan Rama dan Shinta

| editor : 

Balet, Pewayangan Rama dan Shinta,

Jumpa pers jelang Rama dan Shinta di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (27/10). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Marlupi Dance Academy (MDA) menjadi akademi tari yang terus aktif menggelar pertunjukan balet kelas dunia. Setelah menggelar berbagai acara di beberapa kota, akademi itu kini mengadakannya di Jakarta.

Menariknya, pertunjukan kali ini berupa maha karya seni pewayangan yang dituangkan dalam bentuk cerita balet bertajuk Rama dan Shinta. Acara dilaksanakan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat pada 28 dan 29 Oktober 2017.

Fifi Sijangga sebagai artistic director mengatakan bahwa pemilihan cerita legenda Rama dan Shinta merupakan upaya turut andil menjaga jati diri bangsa lewat pertunjukan balet. Melalui balet sebuah karya sendratari yang dikoreografikan melalui musik orkestra, mime, dan akting.

"Pertunjukan ini diselenggarakan dalam upaya meningkatkat kualitas seni dan budaya di tanah air. Sekaligus memajukan minat balet di sini, sebab banyak anggota kami yang berprestasi di luar negeri," kata Fifi Sijangga di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (27/10).

Yuniki Salim yang juga merupakan artistic director menyebut bahwa Rama dan Shinta adalah pertunjukan dalam bentuk balet klasik yang disesuaikan dengan cerita asli Rama dan Shinta. Event ini akan melibatkan Didi Budiarjo sebagai costume designer, Rinaldy A Yunardi bagian accessories, dan Felix Christianto menjabat music director.

"Kesulitan pertunjukan ini masalah musik, karena jauh dari balet klasik. Trus costum juga sulit awalnya, karena kami ingin yang sesuai sehingga," ucapnya.

Dari segi pemain, pemeran utama dalam pertunjukan Rama dan Shinta terdiri dari 7 orang. Salah satunya yakni Michael Halim. Dia adalah penari balet pria pertama Indonesia yang beehasil meraih gelar Solo Seal dari Royal Academy of Dance, London.

"Untuk panggung ini saya harus mendalami cerita Rama dan Shinta. Supaya masuk ke hati dan mudah bawainnya dalam menari," jelas Michael Halim.

Selain pemeran utama, pertunjukan Rama dan Shinta juga melibatkan sekitar 1000 penari balet yang merupakan murid MDA. Semuanya didukung kostum, tata panggung, cahaya, musik, yang menawan.

Sementara itu, Marlupi Dance Academy adalah akademi tari yang didirikan oleh Marlupi Sijangga pada 1956 lalu. Di tangannya, MDA berhasil menghasilkan balerina-balerina handal Indonesia. Dan di usia ke-80, Marlupi Sijangga baru saja dianugerahi penghargaan Maestro Seni Tradisi kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaruan Seni Tari Balet di Indonesia dari pemerintah.

MDA semakin berkembang sejak keterlibatan anaknya, Fifi Sijangga yang berhasil membuka cabang di Jakarta. Kini generasi ketiga melibatkan cucu Marlupi Sijangga, Claresta Alim bergabung menjadi direktur seni pertunjukan.

(ded/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP