Sabtu, 25 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Soal Dugaan Kasus Pemalsuan Surat, Ini Kata Kasat Reskrim

| editor : 

Ilustrasi pemalsuan surat

Ilustrasi pemalsuan surat (rmol/jawa pos)

JawaPos.com - Kasus dugaan pemalsuan surat dengan tersangka Prikanti Chris Kanter, mangkir dari panggilan penyidik Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (20/10). 

Prikanti rencananya dipanggil kembali untuk diperiksa dalam kasus dugaan pemalsuan surat yang seolah-olah bertindak selaku Presiden Direktur (Presdir) Swiss German University (SGU).

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A Alexander membenarkan bahwa tersangka mangkir. Kendati begitu, dia memastikan bakal melakukan pemanggilan ulang.

"Tetap akan kami lakukan pemanggilan ulang terhadap tersangka," ujar Alex saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/10).

Saat disinggung waktu persis pemanggilan kedua terhadap istri Chris Kanter itu, Alex masih merahasiakannya. "Tapi, panggilan kedua sudah dilayangkan. Minggu depan kami periksa. Kemarin alasannya sedang di luar kota," kata Alex.

Seperti diketahui penetapan tersangka Prikanti Chris Kanter berdasarkan gelar perkara yang dilakukan pada Selasa, (3/10).

Penyidik menetapkan status tersangka dengan alat bukti berupa delapan keterangan saksi, dokumen yang telah disita, petunjuk dan kesesuaian alat bukti serta terpenuhinya unsur Pasal 263 KUHP yang dipersangkakan yaitu pada Surat Kuasa: No:002/SK-PT-SGU-MRP/V/2016, tanggal 27 Mei 2016.

Diketahui, dalam surat palsu tersebut Prikanti memposisikan sebagai Presiden Direktur PT Swiss German University yang membawahi kampus SGU akan tetapi sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas PT SGU No: 05, tanggal 4 Desember 2008 pasal 11 ayat (3) serta Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT SGU No: 21, tanggal 15 September 2009 pasal 20 ayat (2) huruf b bahwa masa jabatan Prikanti sebagai Presiden Direktur berlaku lima tahun sejak ditandatangani Akta Penyataan tersebut.

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP