Jumat, 24 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolis

Datangi Kantor PDIP, Dokter Heru Minta Maaf

| editor : 

Ujaran Kebencian

MINTA MAAF: Dokter Heru Dwiantoro Wahyudi (kiri) menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua DPC PDIP Tito Pradopo (dua dari kiri) dan seluruh kader PDIP. (Zaim Armies/Jawa Pos)

JawaPos.com- Dilaporkan ke polisi dalam kasus ujaran kebencian (hate speech) membuat dr Heru Dwiantoro Wahyudi SpOG keder. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RSUD Sidoarjo itu meminta maaf dengan mendatangi kantor DPC PDIP Sidoarjo.

Pemilik akun Facebook Heru Dwi itu datang ke kantor DPC PDIP Sidoarjo dengan didampingi seorang kuasa hukum. Kedatangan warga Pekauman tersebut langsung disambut Ketua DPC PDIP Sidoarjo Tito Pradopo dan Hari Putri Lestari, Wakabid Program Kemasyarakatan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim.

Empat orang itu tampak berbincang-bincang. Selang setengah jam, mereka masuk ke ruang pertemuan. Mereka menyampaikan perkembangan kasus ujaran kebencian yang sudah menggelinding menjadi isu yang meluas itu. Tito lantas membuka pertemuan tersebut. Dia menjelaskan, PDIP dan Heru sudah bertemu. Tujuannya, mengklarifikasi posting-an yang tertulis di akun milik Heru.

Setelah membuka pertemuan, Tito mempersilakan Heru untuk menyampaikan penjelasan. Termasuk motivasinya mengeluarkan pernyataan tersebut. Setelah dipersilakan, Heru lantas berbicara. Wajahnya tampak tegang. Ucapan kalimatnya terdengar kurang lancar. Terbata-bata.

Heru pun mengakui, status yang dibuat merupakan sebuah kesalahan. Tidak sepatutnya menulis kalimat yang menyerang partai melalui media sosial. ’’Saya akui salah. Itu khilaf,’’ jelasnya.

Dia beralasan, unggahan tersebut terpengaruh suasana politik. Saat itu suhu politik memanas. Seluruh media ramai membahas seputar pilkada di DKI Jakarta. Salah satu yang ramai adalah calon yang diajukan PDIP, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap menistakan satu agama. Nah, isu itu juga terus diikuti Heru. Setiap hari dia mendapatkan informasi dari media sosial. Informasi tersebut membuatnya khilaf. ’’Saya jadi tidak terkontrol,’’ ucapnya.

Status yang kini memicu masalah tersebut kali pertama diunggah pada Mei. Semakin lama unggahannya semakin rutin. Selepas pilkada Jakarta, Heru ternyata juga menjadikan isu pilgub Jatim sebagai bahan posting-annya. Dia mem-posting kalimat yang kontroversial. Bunyinya: Seandainya Gus Iful tidak didukung PKB-PDIP dalam Pilgub Jawa Timur. Status lainnya yang belakangan membuat PDIP marah dan melaporkan Heru ke polisi adalah kenapa gus iful mau didukung partai yang menistakan agama dan ulama.

Dalam pernyataannya, Heru mengungkapkan, beberapa hari terakhir dirinya baru sadar bahwa statusnya itu memicu masalah. Tepatnya setelah PDIP melaporkan unggahannya ke Polresta Sidoarjo tiga hari lalu. ’’Saya tahu bermasalah ketika diberi tahu teman,’’ ungkapnya.

Setelah ada laporan PDIP itu, lanjut Heru, pihaknya lantas mencari Tito Pradopo. Dia ingin mengklarifikasi dan meminta maaf. ’’Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan maaf sedalam-dalamnya,’’ ungkapnya.

Heru menambahkan, dirinya sebenarnya tidak pernah bermasalah dengan PDIP. Bahkan, dia menyebut PDIP dekat dengan keluarganya. ’’Bapak saya dulu pernah aktif sebagai anggota PNI,’’ ucapnya. Dengan permintaan maaf tersebut, Heru berharap persoalan segera tuntas. Heru berjanji tidak mengulanginya lagi. Bahkan, dia berjanji tidak menggunakan Facebook lagi.

Menanggapi hal itu, Tito menghargai permintaan maaf Heru. Keluarga besar PDIP Sidoarjo menerima permintaan maaf tersebut. Namun, persoalan tidak lantas berhenti. Heru tetap diminta menyampaikan permintaan maaf lewat media cetak, elektronik, online, dan media sosial. ’’Agar semua orang tahu bahwa dia (Heru) benar-benar minta maaf,’’ ucapnya.

(aph/c15/hud)

Sponsored Content

loading...
 TOP